in

Warganya Menolak Gunakan Masker, Kades Ngareanak Kendal Meminta Maaf

Warga Desa Ngareanak, Kecamatan Singorojo, Kendal, yang menolak menggunakan masker.

 

HALO KENDAL – Buntut penolakan oleh salah seorang warga Desa Ngareanak, Kecamaran Singorojo, Kendal saat diminta mengenakan masker oleh Camat Singorojo, Kepala Desa Ngareanak, Agung Wijojo pun meminta maaf atas perbuatan warganya tersebut.

Penolakan terlihat jelas dalam tayangan di beberapa stasiun televisi, saat seorang warga Ngareanak dengan nada tinggi menolak menggunakan masker, dengan alasan karena di rumahnya sendiri jadi tidak perlu masker.

Saat kejadian tersebut media memberitakan adanya 15 rumah dalam satu RT, yakni RT 03 RW 05 Desa Ngareanak yang terpapar Covid-19 dan warganya melakukan isolasi mandiri.

Dalam rekaman terlihat salah seorang warga dengan mengenakan kaos putih sedang diperingatkan oleh Camat Singorojo, Sucipto di sebelah musala, di lingkungan rumah warga yang melakukan isolasi mandiri.

“Warga tersebut menolak menggunakan masker saat ditegur Pak Camat. Alasannya tidak perlu, karena di rumahnya sendiri,” terang Kades Ngarwanak, Agus Wijojo, Sabtu (29/5/2021).

Spontan banyak tanggapan warga yang melihat tayangan di beberapa televisi tersebut. Atas kejadian tersebut, Agung meminta maaf kepada masyarakat atas ketidaksopananan dan ketidakpahaman warganya saat ditegur Camat Singorojo.

“Ya bukannya menurut malah membantah dengan nada tinggi. Saya atas nama warga Ngareanak meminta maaf atas kejadian tersebut,” ungkapnya.

Agung pun menambahkan, setelah kejadian tersebut pihak desa sudah melakukan pencegahan penularan Covid-19 dengan membagi masker dan menyemprot rumah warga serta tempat ibadah.

“Selain itu, kepada warga yang terpapar Covid-19, dilakukan isolasi mandiri,” imbuhnya.

Program Jogo Tonggo pun digiatkan pihaknya, untuk membantu warga yang terpapar Covid, yang sedang melaksanakan isolasi mandiri.

Warga kita bantu kebutuhan makannya dengan mengirim bahan makanan mentah yang ditaruh di depan rumah warga yang sedang isolasi mandiri.

“Hal ini kami lakukan dalam rangka mencegah agar tidak terjadi klaster jamaah dari musala pada RT 03 RW 05 Desa Ngareanak Kecamatan Singorojo,” pungkas Agung.(HS)

Share This

PBSI UPGRIS Siap Ikuti Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia 2021

Ingin Lebih Baik, Ganjar: Saya Ingin Borobudur Marathon Dimiliki Masyarakat