Warganet Indonesia yang Marah, Lenyapkan Akun Instagram Penyelenggara All England

Tangkapan layar Instagram akun @allengland.official

 

HALO SEMARANG – Keperkasaan netizen Indonesia tak perlu dipertanyakan lagi. Ketika rasa nasionalisme mereka diusik, mereka pun membalas dengan melakukan serangan telak kepada akun lawan, hingga berhasil melumpuhkannya.

Itu pula yang dilakukan warganet Indonesia, ketika merasa tim Negaranya diperlakukan tidak adil, oleh penyelenggara All England, yang secara diskriminatif memaksa kontingen Indonesia, mundur dari kejuaraan bulu tangkis internasional tersebut.

Penyelenggara All England beralasan, keputusan tersebut diambil, karena sebelumnya tim Indonesia berada dalam satu pesawat, dengan orang yang positif Covid-19, dalam perjalanan dari Istanbul menuju Birmingham, sehingga harus dikarantina selama 10 hari.

Kejanggalan dirasakan oleh publik Indonesia, karena otoritas Inggris tak pernah menjelaskan, siapa orang yang disebut terkonfirmasi postif Covid-19 tersebut.

Atlet bulu tangkis tunggal putri asal Turki, Neslihan Yigit, yang juga satu pesawat dengan tim Infonesia, ternyata tetap diperbolehkan bermain.

Para warganet Indonesia pun bereaksi negatif. Hal ini antara lain nampak pada unggahan Akun Lambe Turah di Instagram, dengan mengatakan “Atlet kita dipaksa mundur, Netizen kita dipaksa maju”.

Para netizen lain yang kecewa dan geram karena tim kesayangannya diperlakukan seperti itu, juga beramai-ramai “menyerbu” akun Instagram resmi penyelenggara Al England dan BWF, hingga lenyap dari dunia maya.

Ketika muncul akun baru @allengland.official, dan walaupun belum jelas pemiliknya, akun ini pun kembali diserang habis-habisan.

Setiap unggahan akun tersebut, banjir dengan komentar negatif dari suporter Tanah Air. Sebagian besar netizen bahkan menginginkan agar akun tersebut dilaporkan kembali, agar hilang juga dari peredaran.

Ketika Halo Semarang mencoba mengakses, Instagram hanya memberikan jawaban “Maaf, halaman ini Tak Tersedia. Tautan yang Anda ikuti mungkin rusak atau sudah dihapus.”

Segala upaya sebenarnya telah dilakukan PBSI dan juga Pemerintah Indonesia, untuk membuat Marcus Fernaldi Gideon dan kawan-kawan bisa kembali bermain.

Sebelumnya, seperti dirilis Kemlu.go.id, Duta Besar Republik Indonesia di London, Desra Percaya sudah melakukan kontak langsung kepada Dubes Inggris di Jakarta, Owen Jenkins, dan meminta agar melakukan intervensi ke National Health Services (NHS) / otoritas kesehatan Inggris untuk memastikan alasan dan narasi kewajiban isolasi mandiri 10 hari.

Indonesia juga meminta agar tidak ada diskriminasi dan unfair treatment, terhadap atlet Indonesia dan atlet Indonesia dapat melanjutkan berkompetisi di All England.

KBRI juga telah melakukan pendekatan langsung kepada otoritas Inggris, utamanya NHS dan BWF, sebagai penyelenggara dengan pesan yang sama, sebagaimana disampaikan Dubes RI kepada Dubes Inggris di Jakarta.

Tetapi rupanya semua upaya itu tidak membuahkan hasil. Padahal sebelumnya, sudah harapan bagi Tim Indonesia, untuk kembali menjuarai All England, setelah empat wakil Indonesia berhasil mengunci tiket 16 besar All England Open 2021.

Mereka adalah Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, Muhammad Ahsan/Hendra Setiawan, Jonatan Christie, dan Greysia Polii/Apriyani Rahayu. (HS-08)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.