in

Warga Tembalang Yang Meninggal Di Kamar, Ternyata Pernah Jadi Korban Pengeroyokan

Proses evakuasi jenazah pria yang ditemukan meninggal dunia di Kampung Kedungsari RT 4 RW 8, Kelurahan Rejosari, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang dengan luka dan lebam ditubuhnya Selasa (22/6/2021).

 

HALO SEMARANG – Wiwin Aleyong Saputra (27) alias Keong, korban dugaan pembunuhan di kamar rumahnya di mata keluarga merupakan sosok anak yang pendiam.

Korban juga sering mendapatkan peringkat satu saat menempuh pendidikan, dan juga sering mengikuti pengajian hingga pernah bergabung menjadi anggota Banser Satkoryon Tembalang.

Sampai ada suatu momen, Keong menjadi anak yang malah sering bergaul dengan orang-orang yang doyan mabuk hingga memiliki masalah dengan beberapa pemuda di kampungnya.

“Dulu waktu sekolah sering dapat ranking satu, terus ada momen laptopnya dijual oleh pamannya lalu Keong malah jadi orang yang sering nongkrong dan mabuk bareng temen-temenya,” kata ibu korban, Ngatini (57) kepada halosemarang.id, Selasa (22/6/2021).

Korban pernah dikeroyok saat mabuk bareng teman-temanya di Jembatan Baru tak jauh dari rumahnya. Tak tau motif apa yang dipermasalahkan saat itu, namun wajah anaknya mengalami lebam hingga sulit melihat.

Kejadian pengeroyokan itu, kata Ngatini, terjadi pada bulan April tahun 2021 atau menjelang ramadan.

“Anakku pernah dikeroyok di Jembatan Baru sampai mripatnya abuh (matanya bengkak) irunge metu darahe (hidungnya keluar darah),” ucapnya.

Setelah kejadian itu, korban hendak melakukan visum dan melaporkanya ke kantor polisi. Karena takut, kemudian keluarga pelaku datang untuk meminta menyelesaikan secara kekeluargaan.

Lalu pihak pelaku memberi uang sebesar Rp 2,5 juta agar kasus ini tak dilanjutkan ke ranah hukum.

Namun, kesepakatan itu tanpa melibatkan korban, dan dia (Ngatini) disalahkan dan dianggap tak sayang anak.

“Saya cuma malu dan berniat tidak mau memperpanjang masalah,” tuturnya.

Lalu, lanjut Ngatini, mengetahui hal itu, anaknya sempat ingin balas dendam. Namun hal itu ia cegah dan meminta untuk menerima kejadian itu.

Sementara itu, adik korban Dina Harum menjelaskan, kasus pengeroyokan tersebut diduga ada kaitanya dengan meninggalnya korban.

“Ya pokoknya ingin segera diusut dan dihukum seberat-beratnya,” imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, seorang pria ditemukan meninggal dunia di Kampung Kedungsari RT 4 RW 8, Kelurahan Rejosari, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang pada Selasa (22/6/2021) sekira pukul 05.30 WIB.

Korban bernama Wiwin Aleyong Saputra (27) ditemukan meninggal dunia di dalam kamarnya dengan keadaan terkelungkup dan beberapa luka di tubuhnya.

Setelah dilakukan pemeriksaan oleh Tim Inafis Polrestabes Semarang, ditemukan beberapa luka pada tubuh korban.

Kasat Reskrim Polrestabes Semarang, AKBP Indra Mardiana menerangkan, setelah dilakukan pemeriksaan memang terlihat beberapa lebam pada tubuh korban serta dua goresan pada punggung korban.

“Kita sambil menunggu hasil autopsi dari RSUP Kariadi. Kalau terlihat dari luar memang ada lebam dan dua luka gores pada punggung korban,” terang Indra.

Kemudian, lanjut Indra, dari hasil keterangan para saksi, pihaknya akan melakukan upaya penangkapan secara paksa kepada terduga pelaku agar lebih jelas penyebab kematianya.

“Dari hasil keterangan saksi, apa itu mengarah kepada pelaku masih kita lalukan upaya penangkapan secara paksa kepada orang-orang tersebut sehingga jelas penyebab kematian korban,” bebernya.(HS)

Share This

Dukung Merdeka Belajar Kampus Merdeka, USM Lolos Program KMMI Kemendikbudristek

Kampanyekan Pencegahaan Covid-19, Diskominfo Karanganyar Pentaskan Sorban 5 M Ajisaka