in

Warga Semarang Terduga Jaringan Teroris Diamankan Densus 88, Begini Kata Ketua RT Setempat

Lingkungan tempat tinggal DS yang diamankan Densus 88 karena diduga terlibat dalam jaringan kelompok teroris Jamaah Islamiyah (JI).

 

HALO SEMARANG – Dua warga Semarang diamankan Densus 88 lantaran diduga terlibat dalam jaringan kelompok teroris Jamaah Islamiyah (JI).

Diketahui para terduga jaringan teroris tersebut berinisial DS (45) warga Kecamatan Semarang Tengah sedangkan FSF (45) warga Kecamatan Tembalang.

DS diamankan oleh Densus 88 di Wonolopo, Kecamatan Mijen tempat tinggalnya sekarang. Sedangkan FSF diamankan di Jalan Bukit Teratai, Sendangmulyo, Tembalang.

Muhammad Gufroni ketua RT tempat tinggal DS, tak menduga atas penangkapan warganya yang dilakukan oleh Densus 88. Apalagi, kata dia, penangkapan itu diduga karena keterlibatan warganya dengan organisasi teroris.

“Saya pribadi sampai sekarang belum percaya, meski warga lain sudah mendengar hal ini,” kata Roni sapaan akrabnya saat ditemui halosemarang.id Jumat (13/8/2021).

Dia menjelaskan, usai diamankan, tempat tinggal terduga jaringan teroris yang ditempati oleh istri beserta enam anaknya, siang ini langsung digeledah oleh pihak kepolisian.

“Tadi subuh (diamankan), kita tidak tahu kejadiannya (penangkapan). Tapi tadi saat minta izin untuk penggeledahan, ibu dan anak-anaknya kaget tidak mengetahui beliau telah ditangkap tadi subuh,” bebernya.

Dan setelah dilakukan penggeledahan, lanjut dia, polisi langsung menyita beberapa barang bukti yang nantinya akan digunakan untuk proses pemeriksaan dan pengembangan kasus tersebut.

“Yang datang tadi sepuluh orang (penggeledahan-red). Yang diamankan 4 buah handphone lama, 2 buah handphone android, 5 buku, 2 buku rekening, peta dan dua lembar kertas,” tuturnya.

Roni mengatakan bahwa yang bersangkutan sudah menetap di wilayah tersebut selama 4 tahun. DS juga dikenal di lingkunganya sebagai orang yang berjiwa sosial dan sering membantu orang lain yang membutuhkan pertolongan.

“Beliau (DS) adalah salah satu warga yang supel, sosial sangat tinggi, dan setiap ada kegiatan kerja bakti atau ada warga yang kesusahan, selalu semangat untuk membantu,” ujarnya.

“Kebetulan setiap sore di rumahnya membantu anak-anak sekitar untuk mengaji dan yang ngajar ibu dan kebetulan juga ada aktivitas di TK Jatisari Kecamatan Mijen. Kalau DS kerjanya retail kaos kaki, tapi sekarang kerjanya serabutan dan kadang diminta bantuan sama tetangga,” ucapnya.

Menurutnya, DS adalah orang yang menurutnya selalu terbuka. Apalagi, kata dia, tak ada orang asing yang sering datang ke dalam rumah DS.

“Sementara ini yang mungkin datang ke rumah DS adalah orang-orang yang walaupun tidak dikenal, tapi sudah paham orang itu. Jadi orang sekitar sini saja,” pungkasnya.

Sedangkan Muslikhin, Ketua RW tempat SFS tinggal membenarkan adanya penangkapan salah satu warganya oleh Densus 88 Polri. Informasi itu diketahui setelah petugas datang ke rumahnya guna minta menyaksikan proses penggeledahan di kediaman FSF.

“Setelah penangkapan, saya selaku Ketua RW dihubungi, diajak ke sana untuk menyaksikan penggeledahan bersama seksi keamanan RW. Penggeledahan mulai pukul 07.00 WIB sampai pukul 10.30 WIB,” ujar dia.

Muslikhin menambahkan, proses penggeledahan berjalan lancar meski di awal kedatangan pihak keluarga kurang berkenan menerima kehadiran petugas Densus 88. Namun setelah diberi penjelasan, polisi diperkenankan untuk masuk ke rumah.

“Pada waktu izin mau masuk cukup rumit tadi. Tapi cara penyampaian petugas sangat bagus. Meski masih muda-muda tapi tidak menunjukkan beliau-beliau seperti polisi yang pakai (seragam) hitam-hitam, santun semua,” katanya.

Dari penggeledahan itu, petugas mengamankan sejumlah buku, catatan, buku tabungan dan sejenis kaset, alat panah.

“Petugas sempat menanyakan dan mencari sertifikat pelatihan tapi tidak ditemukan. Untuk yang alat panah, alasan istrinya untuk mainan anak-anak,” imbuh dia.

Diberitakan sebelumnya, petugas Densus 88 menangkap dua warga Kota Semarang yang diduga pengurus kelompok JI. Keduanya adalah DS, 46 tahun, warga Pendrikan Lor, Semarang Tengah dan FSF, 45 tahun, warga Banjarsari, Tembalang.

DS ditangkap di kawasan Wonolopo, Kecamatan Mijen saat hendak pulang salat Subuh, sekitar pukul 04.50 WIB. Yang bersangkutan diduga anggota JI yang menjabat Kepala Sub Bidang Pelayanan Personel JI.

Sedangkan FSF diciduk petugas di Jalan Bukit Teratai RT 11 RW 19, Sendangmulyo, Tembalang, sekitar pukul 04.51 WIB. Pria tersebut diduga anggota JI yang memegang jabatan bendahara tablig.(HS)

Share This

Melihat Perjuangan KH Asy’ari, Wisata Religi Di Kendal Perlu Ditingkatkan

Rekrut 60 Ribu Talenta Digital, Kemenkominfo Target 100 Ribu Orang