in

Warga Magelang Budidayakan Tanaman Karnivora

Ariyanto, warga Dusun Sembungan, Desa Banjarejo, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang, menunjukkan tanaman karnivora yang dia budidayakan. (Foto: magelangkab.go.id)

 

HALO MAGELANG – Kecenderungan warga untuk lebih banyak berada di rumah pada masa pandemi Covid-19 saat ini, dimanfaatkan Ariyanto, warga Dusun Sembungan, Desa Banjarejo, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang untuk membudidayakan beragam tanaman karnivora.

Dia menuturkan, tanaman pemakan serangga ini, disebut karnivora karena nutrisi yang dikonsumsi sebagian besar adalah serangga. Sebaliknya, unsur hara yang diserap dari tanah, melalui akar justru sangat minim.

Selain itu mayoritas tanaman ini, membutuhkan udara yang lembab dan suhu udara yang dingin, sehingga banyak yang kesulitan membudidayakan tanaman ini.

“Semua tanaman karnivora membutuhkan lembab lebih, sesuai habitatnya meskipun dataran rendah,” kata Ariyanto, seperti dirilis oleh magelangkab.go.id.

Lanjut dia, tanaman eksotis ini terdiri atas beberapa jenis. Adapun yang paling umum ditemui, adalah jenis kantung semar. Tanaman tersebut menangkap serangga yang terjebak masuk ke kantung, yang terletak di ujung daun.

Ada beberapa jenis kantung semar, di antaranya adalah Ampularia, Adriani Jawa, Raflesiana, Gimnampora Jawa, dan Mirabilis Jawa.

“Sebagian memang berasal dari tanah Kalimantan, tetapi dari tanah Jawa juga ada, meskipun lebih sulit untuk dibudidayakan,” ungkap Ariyanto.

Selain Kantung Semar, Ariyanto juga membudidayakan tanaman karnivora lainnya, yaitu Fly Trap. Ciri khas tanaman pemakan serangga ini, adalah memiliki dua pasang daun bergerigi yang dapat menutup dengan cepat, saat ada serangga masuk di sela-selanya.

Juga ada jenis Sarasenia dengan daun berwujud terompet untuk menangkap serangga, kemudian ada Drosera, menangkap serangga dengan batang yang lengket yang menggulung saat ada serangga yang menempel. Dan jenis Pinguikula dengan daun berlendir lengket, serangga yang terperangkap biasanya nyamuk.

Semua tanaman tersebut harus dilindungi plastik UV, agar tidak terkena sinar matahari langsung. Namun ada juga jenis kantung semar, yang full sun atau tahan terkena sinar matahari langsung, di antaranya adalah jenis Ampularia reinwardtiana.

“Kantung semar memang tumbuh di habitat dataran tinggi, namun sebagian ada yang adaptif dataran rendah,” papar Ariyanto.

Menurut Ariyanto, wilayah Magelang khususnya Kaliangkrik, yang menjadi tempat tinggalnya, memiliki kelembaban udara yang cocok untuk membudidayakan tanaman karnivora.

“Sudah satu tahun ini saya membudidayakan tanaman pemakan serangga ini di Kaliangkrik dan ternyata bisa berkembang. Awalnya saya dikasih oleh teman dari Muntilan, yang merasa kurang cocok untuk berbudidaya tanaman ini,” kata dia. (HS-08)

Share This

Kades Banyurojo Persiapkan Tambahan Tempat Pengungsi

Langsung Dilabeli Predikat Iniesta Baru