Warga Jakarta Ini Menangis saat Terima Bantuan Sosial yang Diserahkan Langsung oleh Juliari Batubara

Menteri Sosial, Juliari P Batubara saat menyerahkan bantuan sembako bagi warga Kelurahan Srengseng, Kembangan, Jakarta Barat, Minggu (3/5/2020).

 

HALO SEMARANG – Tangis Wiwik pecah ketika bantuan paket sembako diberikan langsung Menteri Sosial RI, Juliari Pieter Batubara di kediamannya RW 02 Kelurahan Srengseng, Kembangan, Jakarta Barat, Minggu (3/5/2020).

Dia tak kuasa menahan tangis lantaran paket sembako yang dia dambakan setelah suaminya yang seorang buruh bangunan tak lagi memiliki pekerjaan akibat pandemi virus corona.

“Tadinya sedih, nggak ada uang sama sekali, sepeserpun. Alhamdulillah dapat bantuan dari pak Mensos Juliari, bisa buat makan sekeluarga,” kata Wiwik.

- Advertisement -

Wiwik merupakan warga Rw 02, Kelurahan Srengseng, Kembangan, Jakbar. Salah satu warga terdampak Covid-19 yang hampir tak bisa menyambung hidup lantaran tak memiliki pekerjaan.

“Sudah gak ada penghasilan, suami yang dulunya kerja sebagai buruh bangunan, kini nggak kerja. Saya hanya Ibu rumah tangga dengan dua orang anak, semenjak ada virus suami nganggur,” ceritanya sedih.

Untuk diketahui, Kementerian Sosial menyalurkan bantuan sembako kepada 1,3 juta keluarga di DKI Jakarta dan 600.000 keluarga di Bodetabek dengan nilai bantuan Rp 600.000 per bulan. Bantuan ini diberikan selama tiga bulan, yaitu April hingga Juni.

Menteri Sosial Juliari memberikan secara langsung bantuan paket sembako dibeberapa wilayah di Jakarta Barat. Dia terjun dan mengawasi langsung distribusi bantuan sosial agar tepat sasaran dan tidak terjadi penyelewengan.

Menteri Sosial mengimbau agar warga tidak mempersoalkan masalah data bantuan sosial (bansos). Dia juga mengajak warga bergotong royong dalam hal distribusi sembako di masa pandemi virus corona ini.

“Saya kira kita ngga usah ribut-ribut soal data, semuanya bisa diselesaikan secara kekeluargaan, secara gotong royong. Kita ini masyarakat yang karakternya gotong royong,” kata┬áJuliari.

Juliari berharap semua warga mendapatkan bantuan sembako dari pemerintah secara merata. Pada intinya, dia ingin bantuan terdistribusikan kepada warga yang benar-benar membutuhkan. Kalau memang ada warga membutuhkan tapi tak masuk dalam data, bisa disiasati dengan dibagi atau teknis lain.

“Jadi, saya sampaikan kepada warga atau keluarga yang sudah menerima bansos dari pemprov ataupun dari siapapun, ya sebaiknya tidak menerima lagi. Dan bantuan diberikan kepada keluarga lain yang belum menerima sembako,” terangnya kembali.

Hal tersebut dilakukan lantaran adanya keterbatasan dari jumlah, bahkan tidak semua warga di wilayah DKI Jakarta bisa diberikan sembako.

“Tidak mungkin semua kita berikan. Kewenangan pihak RT atau RW untuk mengatur dengan rapi sehingga tidak ada lagi yang merasa dirugikan, yang merasa tidak dipedulikan, saya kira begitu,” ucap Juliari.

Jika masyarakat menemukan permasalahan bantuan sosial dari Kemensos yang salah sasaran, terjadi penyelewengan, atau pungutan liar, masyarakat diminta mengadukan ke Nomor Hotline Bantuan Sosial Kemensos di 0811 1022 210. Atau bisa juga melalui email di bansoscovid19@kemsos.go.id.

Kemensos menegaskan hotline ini bukan hotline untuk pendaftaran penerima bantuan sosial.(HS)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.