Warga Gempolsewu Keluhkan Drainase Bikin Banjir, DPUPR: Langsung Kami Tindaklanjuti

Kades Gempolsewu, Kecamatan Rowosari, Carmadi saat menunjukkan saluran drainase yang belum selesai dan mengakibatkan banjir, Selasa (26/1/2021).

 

HALO KENDAL – Pekerjaan saluran drainase yang dibangun Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) di Desa Gempolsewu, Kecamatan Rowosari, Kendal pada bulan November tahun lalu dikeluhkan warga setempat.

Bahkan pekerjaan yang diduga belum sepenuhnya rampung tersebut, mengakibatkan terjadinya banjir.

Kepala Desa (Kades) Gempolsewu, Carmadi mengatakan, pembangunan drainase di satu sisi ada yang maksimal dan bermanfaat bagi masyarakat, namun ada juga yang menimbulkan permasalahan.

- Advertisement -

“Ada satu titik yang menjadi permasalahan. Di saluran drainase, karena arus airnya tidak bisa mengalir ke selatan maupun ke utara. Air terhenti dan menjadi genangan yang menimbulkan bau kurang sedap. Bahkan bisa menyebabkan jadi sumber penyakit,” jelasnya.

Carmadi berharap dengan kondisi seperti itu, dinas terkait segera menindaklanjuti agar saluran drainase bisa berfungsi sebagaimana mestinya.

Dia juga mengungkapkan, dengan kondisi yang seperti itu ditambah dengan banyaknya keluhan warga, dirinya dalam waktu dekat akan menyampaikan permasalahan tersebut ke Dinas PUPR Kendal.

“Selain menyampaikan masalah ini, kami juga akan menyampaikan penyebab terjadinya banjir yang terjadi seminggu yang lalu, salah satunya yakni tidak berfungsinya pintu-pintu air di Kali Kutho yang tidak berfungsi,” imbuh Carmadi.

Tidak berfungsinya pintu-pintu air, lanjutnya, menyebabkan luapan air dari sawah dan permukiman warga yang seharusnya mengalir ke Kali Kuto jadi tersendat dan mengakibatkan banjir.

Pintu air yang tidak berfungsi atau rusak, katanya, tidak hanya ada di satu titik. Bahkan semua pintu-pintu air di desanya rata-rata tidak bisa berfungsi dengan maksimal.

Sementara itu, salah satu warga Desa Gempolsewu yang terdampak banjir, Sutomo mengaku, pekerjaan drainase yang belum rampung menyebabkan banjir setinggi 30 centimeter seminggu yang lalu.

“Kalau pas turun hujan warga mengeluhkan banjir sebab airnya tidak bisa mengalir. Tak hanya itu, kami juga meminta bangunan drainase yang ada di halaman rumah saya agar diberi penutup,” ungkapnya.

Pasalnya, lanjut Sutomo, saluran drainase yang terbuka tanpa penutup dikhawatirkan bisa membahayakan pengguna jalan.

“Kemarin ada anak kecil yang lari-lari sempat terperosok jatuh, ini kalau dibiarkan terbuka tentu sangat membahayakan,” ujarnya.

Menanggapi kondisi tersebut, Pejabat Pembuat komitmen (PPKom) pembangunan drainase, Sadtata mengatakan, pekerjaan saluran drainase hanya sampai seperti itu kondisinya disebabkan keterbatasan anggaran yang dialokasikan untuk penanggulangan Covid-19.

Dia menuturkan, untuk tahun 2021 ada anggaran kembali untuk penyelesaian pekerjaan tersebut.

“Pekerjaan lanjutan akan dilakukan mulai titik akhir pekerjaan awal hingga, terkait penutup saluran drainase kita akan perhitungkan kembali anggaran yang ada. Kalau mencukupi pasti akan diberikan penutup,” jelas Sadtata yang juga menjabat sebagai Kepala UPTD II Weleri Dinas PUPR Kendal.

Dia menyampaikan, adanya saluran yang ditutup di Desa Gempolsewu dilakukan karena dikhawatirkan air dari saluran induk buangan bisa mengalir ke saluran drainase tersebut.

“Kalau terkait permasalahan pintu-pintu air yang rusak, itu bukan kewenangan kami. Tapi itu merupakan kewenangan dari propinsi dan bukan kewenangan dinas di daerah,” pungkas Sadtata.(HS)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.