in

Warga Dituntut Selektif Saat Beli Hewan Kurban

Satpol PP Kota Semarang saat sidak pengecekan kesehatan dan lalu lintas perdagangan hewan kurban (sapi dan kambing) di wilayah Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Senin (27/6/2022).

HALO SEMARANG – Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Wahyoe “Liluk” Winarto meminta masyarakat selektif saat membeli hewan kuran. Jelang Idul Adha 1443 atau hari raya kurban yang akan jatuh pada 10 Juli 2022, transaksi hewan kurban memang meningkat drastis. Maka warga harus membeli hewan kurban, khususnya sapi yang telah dicek kesehatan. Hal itu lakukan untuk menghindari penyembelihan hewan kurban terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

“Saat ini masih merebak wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan terutama pada sapi dan kambing. Pastikan hewan yang akan dikurbankan sehat dan aman dikonsumsi,” kata politisi Partai Demokrat ini, Kamis (30/6/2022).

Dia juga meminta pengurus masjid yang menerima hewan kurban untuk disembelih juga bisa mempertanyakan surat sehat dari petugas. “Jadi harapan kita pengurus masjid atau tempat pemotongan hewan itu alangkah baiknya menerima ternak sekaligus surat keterangan hewan atau sertifkat veteriner-nya sebagai panduan pemilihan hewan,” sambungnya.

DPRD Kota Semarang juga akan ikut mengawasi distribusi hewan kurban, guna mencegah beredarnya hewan yang tak layak konsumsi. Khususnya hewan yang diduga tertular PMK, atau terserang penyakit lainnya.

“Hewan kurban selain harus cukup umur, secara aturan agama juga harus sehat. Maka butuh ketelitian masyarakat saat membeli hewan kurab yang beredar di pasaran,” katanya.

Sebelumnya, petugas dari Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Semarang bersama Satpol PP Kota Semarang melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban khususnya sapi di Trangkil, Gunungpati, Kota Semarang, Jawa Tengah, Kamis (30/6/2022).

Dalam pemeriksaan ditemukan 6 sapi positif memiliki gejala sariawan di mulut, mengeluarkan air liur banyak atau hipersalivasi, dan bengkak pada tracak. Atas temuan tersebut, dinas terkait melakukan pengobatan, perawatan, sekaligus isolasi di kandang selama 14 hari.(Advetorial-HS)

Fasilitas Publik Tidak Terawat, Wali Kota Semarang Minta Masyarakat Tingkatkan Rasa Memiliki

Dukcapil Demak Gelar Program Jemput Bola Pembuatan E-KTP untuk Siswa