Warga Disibukkan Dengan Persoalan Lumpur Pasca-Banjir Kendal

Para siswa, guru, dan karyawan sedang membersihkan endapan lumpur di SMP Negeri 2 Brangsong, Sabtu (21/11/2020).

 

HALO KENDAL – Pasca-hujan deras yang mengakibatkan banjir di sejumlah wilayah di Kabupaten Kendal, terutama wilayah Kecamatan Boja dan Limbangan, Kecamatan Brangsong dan Ngampel, mengakibatkan 8.282 jiwa terdampak.

Sabtu (21/11/2020) genangan air sudah surut dan warga sudah membersihkan rumahnya yang dipenuhi lumpur.

Kepala pelaksana BPBD Kabupaten Kendal, Sigit Sulistiyo mengatakan, banjir di wilayah Kecamatan Brangsong dan Ngampel kali ini merupakan banjir kiriman. Dan banjir ternyata juga membawa material lumpur yang jadi persoalan bagi warga dalam upaya pembersihan.

“Sebab di wilayah Kendal atas seperti Boja dan Limbangan terjadi hujan deras, sehingga mengakibatkan sungai Blorong meluap dan akhirnya air masuk ke permukiman warga,” terangnya.

Sementara itu, ada beberapa sekolah dan pondok pesantren yang sempat terendam air, dan hari ini mulai dibersihkan.

Salah satunya di SMP Negeri 2 Brangsong, yang mengakibatkan beberapa dukumen rusak dan tidak bisa diselamatkan.

Wakil Kepala SMP Negeri 2 Brangsong, Faizin mengatakan, beberapa siswa harus datang ke sekolah untuk membantu membersihkan ruang kelas.

“Dalam kelas semua kemasukan lumpur, para siswa membantu membersihkan. Karena jika ditangani penjaga dan guru tidak akan mampu,” ungkapnya.

“Lumpur yang masuk kelas berfariasi, antara lima sampai sepuluh sentimeter. Sehingga pihak kami juga membersihkan lumpur dengan menggunakan pompa mesin diesel,” pungkasnya.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.