Warga Boyolali di Zona Kuning dan Hijau Boleh Gelar Hajatan

Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kankesbangpol) Kabupaten Boyolali, Suratno. (Foto : Boyolali.go.id)

 

HALO BOYOLALI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali, memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Berbasis Mikro, 9 sampai 22 Maret 2021. Kebijakan ini diambil, untuk lebih menekan laju penambahan kasus Covid-19,

Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kankesbangpol) Kabupaten Boyolali, Suratno, mengatakan pemberlakukan PPKM Mikro di Kota Susu, memberikan dampak signifikan dalam penurunan angka kasus terkonfirmasi positif Covid-19.

Melihat perkembangan kasus Covid-19 yang kian melandai, Pemkab Boyolali memperbolehkan penyelenggaraan hajatan di masyarakat, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Suratno juga menjelaskan, penyelenggaraan hajatan hanya dapat diizinkan di lingkungan Rukun Tetangga (RT) pada zona hijau dan zona kuning. Hal ini berlaku, baik untuk warga yang berdomisili di wilayah RT tersebut, maupun lokasi yang dijadikan tempat pelaksanaan hajatan.

Meski demikian, penyelenggaraan hajatan tetap harus menerapkan protokol kesehatan, di antaranya penggunaan masker, menyediakan tempat cuci tangan menggunakan sabun dengan air mengalir dan handsanitizer, menjaga jarak setidaknya satu meter, dan menghindari kerumunan.

Di samping itu penyelenggara hajatan harus menggunakan model drive thru, atau sistem air mengalir (banyu mili) serta tidak diperbolehkan menyediakan meja dan kursi bagi tamu.

“Prinsip hajatan ini tidak boleh ada orang berhenti baik untuk ngobrol, untuk jagongan dan untuk makan di tempat,” terang Suratno, seperti dirilis Boyolali.go.id.

Ditambahkan olehnya, untuk jumlah tamu undangan, akan ditentukan oleh Satuan Tugas (Satgas) Kecamatan, setelah melakukan verifikasi proposal dan evaluasi lapangan terhadap permohonan penyelenggaraan hajatan. Penyelenggaraannya pun hanya boleh pada siang hari, hingga pukul 16.00 WIB.

Dengan adanya kebijakan ini diharapkan masyarakat dapat menyamakan persepsi, Pemerintah memberikan ruang tetapi juga sekaligus mempunyai tugas untuk mengendalikan.

Disinggung bagi pekerja seni yang notabene berhubungan erat dengan penyelenggaraan hajatan, diharapkan mampu menjadi contoh bagi masyarakat, untuk selalu menerapkan protokol kesehatan.

“Dengan kita mulai adaptasi kebiasaan baru ini, kita bisa hidup berdampingan dan berdamai dengan Covid-19,” kata Suratno. (HS-08)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.