Warga Boyolali di Kawasan Rawan Bencana III sudah Menjauhi Merapi

Gunung Merapi (Foto Ilustrasi boyolali.go.id)

 

HALO BOYOLALI – Warga Kabupaten Boyolali yang tinggal di kawasan rawan bencana (KRB) III Gunung Merapi, sudah menjauhi puncak Gunung Merapi. Mereka diimbau tetap berada di pengungsian, karena status Merapi saat ini sudah siaga atau level III.

Penjelasan tersebut disampaikan Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Boyolali, Bambang Sinungharjo, seperti dirilis boyolalikab.go.id, Senin (16/11).

Pemkab Boyolali juga telah mempersiapkan evakuasi bagi warga lain, yang belum keluar dari daerah rawan, ketika aktivitas vulkanik Merapi meningkat.

“Untuk yang sudah dievakuasi, adalah warga yang rentan seperti ibu hamil, anak anak, orang tua, dan difabel,” kata Sinung, saat ditemui di Tempat Penampungan Pengungsi Sementara (TPPS) Desa Klakah, Kecamatan Selo beberapa waktu lalu.

Lanjut dia, sebanyak 134 warga Desa Tlogolele, yaitu dari Dusun Takeran, Belang dan Stabelan, telah mengungsi ke TPPS desa setempat.

Selain mereka 110 warga dari Dusun Sumber dan Bakalan, juga telah mengungsi ke TPPS Desa Klakah. Adapun penduduk desa tersebut adalah 2.975 orang.

Sebagai langkah antisipasi kesehatan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Boyolali, untuk siap siaga di posko yang telah ditentukan.

Selain dari Dinkes, pihaknya juga dibantu dari berbagai instansi dan organisasi yang memantau kesehatan para pengungsi.

“Dibantu dari Dokkes Polres Boyolali, dari Solo Peduli juga membantu pelayanan kesehatan,” terangnya.

Sementara itu Plt. Kalakhar BPBD Provinsi Jawa Tengah, Safrudin telah berkoordinasi dengan Kabupaten Boyolali, Klaten dan Magelang yang telah memiliki rencana kontijensi. Ketiga kabupaten tersebut telah memiliki rencana untuk menghadapi apabila Gunung Merapi meletus.

“Kami di Provinsi Jateng pun punya rencana kontijensi, yang nantinya akan digerakkan, ketika eskalasinya meningkat,” ungkapnya

Rencana kontijensi tersebut terbagi ke bidang kesehatan, bidang pengungsian dan bidang logistik serta dapur umum. (HS-08)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.