Warga Binaan Rutan Boyolali Direlokasi ke Tempat Baru

Sebanyak 144 warga binaan rumah tahanan (Rutan) kelas IIB, di Jalan Merbabu, Boyolali dipindah ke gedung baru rutan di Kampung Masahan, Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Mojosongo. (Foto : Boyolali.go.id)

 

HALO BOYOLALI – Sebanyak 144 warga binaan Rumah Tahanan (Rutan) kelas IIB di Jalan Merbabu, Boyolali dipindahkan ke gedung baru rutan di Kampung Masahan, Kelurahan Mojosobgo, Kecamatan Mojosongo.

Warga binaan yang direlokasi, terdiri atas 130 laki-laki dan 14 perempuan. Pemindahan dilakukan karena kondisi rutan lama yang sudah terlalu penuh, bahkan melebihi kapasitas hingga sekitar 400 persen, sehingga tidak layak untuk ditempati.

Dalam proses relokasi melibatkan seluruh petugas rutan dibantu Polres Boyolali dan Kodim 0724 Boyolali.

Sebagai informasi, tanah dan gedung Rutan kelas IIB Boyolali yang baru, merupakan hibah dari Pemerintah Kabupaten Boyolali, yang sudah dibalik nama menjadi milik Kementerian Hukum dan HAM RI.

Berdiri di lahan seluas 14.880 meter persegi, terdiri atas bangunan kantor dua lantai, blok wanita, dapur dan blok laki-laki dua lantai.

Untuk blok wanita terdapat dua kamar, blok laki-laki 16 kamar, sehingga total kamar bagi penghuni ada 18, di mana masing-masing bisa ditempati 12 orang warga binaan.

Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Jawa Tengah, Syafar Pudji Rochmadi, Rabu (24/3) menjelaskan bahwa relokasi ini akan membuat warga binaan lebih nyaman.

“Warga binaan itu kalau dia nyaman, Insyaallah dia akan bisa lebih baik,” kata dia, seperti dirilis Boyolali.go.id

Harapannya dengan relokasi ke tempat yang lebih baik ini akan bisa melaksanakan kegiatan pembinaan yang lebih berkualitas. Selain itu, pemindahan rutan ini merupakan sebuah perbaikan pelayanan kepada masyarakat berdasarkan hak asasi manusia. Ditambahkan olehnya bahwa kedepannya Rutan Boyolali akan dijadikan satuan kerja yang bebas korupsi.

“Korupsi bersih dan melayani. Kita bekerja untuk melayani masyarakat,” tegas Syafar.

Sementara itu Kepala Rutan kelas IIB Boyolali, Agus Imam Taufik memberikan keterangan bahwa masih ada beberapa tahapan selanjutnya.

Untuk bangunan masjid dan poliklinik serta kegiatan kerja, akan diselesaikan oleh Kementerian Hukum dan HAM RI. Sedangkan bangunan rutan lama akan dihibahkan ke Pemerintah Kabupaten Boyolali.

“Saat ini kapasitas baru satu blok adalah 136, nanti kalau sudah jadi tiga blok akan menjadi kapasitas 560. Tapi berproses,” jelas Agus.

Untuk ukuran kamar, Agus menjelaskan bahwa di rutan yang baru ini ukuran kamarnya cukup besar lebih dari tipe tujuh. Dibandingkan dengan rutan yang lama, kapasitas tempat untuk 36 orang ditempati oleh sekitar 170 orang, sehingga 400 persen melebihi kapasitas. Adapun di rutan baru ini berkapasitas 136 ditempati sekitar 150 orang.

“Masih cukup ideal untuk ukuran Rutan,” tandasnya. (HS-08)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.