Wanita Ini Bius Korban Dengan Obat Tetes Mata, Sebelum Mobilnya Dibawa Kabur

Pelaku pencurian dengan modus pembiusan yang dihadirkan dalam jumpa pers di Polrestabes Semarang, Selasa (6/4/2021).

 

HALO SEMARANG – Unit Resmob Polrestabes Semarang berhasil menangkap pelaku pencurian dengan modus pembiusan menggunakan obat tetes mata.

Kasus ini menarik, karena pelaku yang merupakan wanita muda, dan diketahui juga merupakan residivis atas kasus yang sama.

Kasat Reskrim Polrestabes Semarang, AKBP Indra Mardiana mengungkapkan, pelaku bernama Dinda AW (28) warga Kauman, Pringsurat, Temanggung sempat memperdaya korban menggunakan obat tetes mata yang dicampurkan ke dalam minuman korban.

- Advertisement -

Atas laporan korban, pelaku berhasil ditangkap di SPBU Sukun, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang pada Selasa (30/3/2021).

Dalam gelar perkara di Polrestabes Semarang, Selasa (6/4/2021) diketahui, kasus ini bermula ketika pelaku hendak pergi ke Pekalongan kemudian memesan mobil rental yang saat itu disopiri oleh Soim F warga Jomblang, Magelang.

Sesampainya di Semarang, palaku berusaha menjalankan modusnya dengan membius korban.

“Pelaku mencampuri minuman korban menggunakan obat tetes mata yang diteteskan sebanyak lima kali, sehingga mengakibatkan korban pusing dan sakit perut,” kata AKBP Indra Mardiana saat Konferensi Pers di Mapolrestabes Semarang Selasa (6/4/2021).

Indra menambahkan, setelah korban mulai merasakan gelajanya, pelaku yang tidak bisa mengemudi kemudian memesan aplikasi ojek online untuk menggunakan jasa sopirnya saja.

“Setelah mengantarkan korban menggunakan jasa sopir ke rumah sakit, kemudian pelaku berusaha membawa mobil korban, untuk digadaikan dengan harga murah,” tuturnya.

Atas laporan korban, pelaku akhirnya dapat ditangkap oleh pihak kepolisian di Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang pada Selasa (30/3/2021).

Setelah diperiksa, diketahui ternyata pelaku juga pernah melakukan kejahatan dengan modus yang sama di daerah Kudus, serta sempat menjalani hukuman 5 tahun di Lapas Wanita Bulu dan baru keluar pada April tahun 2020 lalu.

Kepada polisi, pelaku mengaku ide memperdaya korban menggunakan obat tetes mata ini didapat dari teman-temannya. Dinda AW tertarik untuk melakukan kejahatan dengan modus itu, dengan tujuan menggunakan hasil penjualan mobil untuk berfoya-foya.

“Nanti duitnya buat main sama temen-temen di Jogja,” jelas Dinda.

Saat ini pelaku dan barang bukti telah diamankan pihak kepolisian untuk proses lebih lanjut. Sementara pelaku dapat dijerat dengan pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara.(HS)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.