in

Wamenag Ajak Ormas Islam Bersinergi Kampanyekan Moderasi Beragama

Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi. (Foto : Kemenag.go.id)

 

HALO PURWOREJO – Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi, menyatakan Islam merupakan agama dakwah. Sejarah perkembangan dakwah di Indonesia, ditopang oleh ormas-ormas Islam, yang bergerak di bidang pendidikan, sosial, dan pemberdayaan ekonomi umat.

Hal itu disampaikan Wamenag Zainut Tauhid, saat menjadi pembicara Webinar Kebangsaan dan Pelepasan Dai, yang diselenggarakan DPP Wahdah Islamiyah, dalam rangkaian kegiatan menyongsong Muktamar IV Wahdah Islamiyah.

Webinar mengusung tema “Wujudkan Indonesia Jaya dengan Islam Wasathiyah” ini, diikuti Ketua Umum DPP Wahdah Islamiyah KH Muhammad Zaitun Rasmin dan segenap Keluarga Besar Wahdah Islamiyah.

Menjelang memberikan kuliah umum di STAI An Nawawi Purworejo, Jawa Tengah, Sabtu (9/10), Wamenag juga mengimbau ormas-ormas Islam saling menguatkan dalam mengemban tugas dakwah.

“Umat Islam dan ormas-ormas Islam, harus bahu-membahu, saling bersinergi, saling melengkapi dan menguatkan dalam mengemban tugas dakwah. Tugas dakwah adalah tugas mulia, yaitu membangun umat dan bangsa, menjadi umat terbaik,” kata Wamenag Zainut Tauhid Sa’adi, seperti dirilis Kemenag.go,id.

Wamenag menuturkan, semangat ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah bashariyah, diharapkan menjadi platform bersama semua ormas Islam, dalam melakukan dakwah dan pembangunan umat.

Menurut Zainut Tauhid, umat Islam di Indonesia dalam menghidupkan dakwah dan melaksanakan amal jama’i berhimpun di dalam berbagai organisasi kemasyarakatan, lembaga dakwah, lembaga pendidikan, lembaga sosial dan bermacam jam’iyyah.

Semua simpul kekuatan umat mengambil peran dan bagian dalam pergerakan dakwah dan pembangunan masyarakat di berbagai bidang.

“Kehadiran banyak wadah dan organisasi yang menghimpun potensi umat Islam memerlukan Ukhuwah Islamiyah dan kesadaran para pemimpin dan anggotanya tentang kesatuan tujuan yang hendak dicapai,” harapnya.

Dia menambahkan umat Islam pada hakikatnya adalah satu umat (ummatan wahidah) dan apapun perbedaannya, umat Islam tetap terikat dengan persaudaraan keislaman (ukhuwah islamiyah) dan persaudaraan setanah air dan sebangsa (ukhuwah wathaniyah). Dalam hal ini tidak ada khilafiyah para ulama tentang pentingnya menjaga persaudaraan dan persatuan.

Dijelaskan Wamenag, setiap perbedaan pendapat dan beragam kepentingan yang muncul di kalangan umat Islam maupun di antara pemimpin dan tokoh umat, tidak seyogianya menimbulkan pertentangan, apalagi pemusuhan dan perpecahan.

“Allah Swt berfirman dalam Al-Qur’an surat Ali Imran ayat 103, antara lain menegaskan berpegang teguhlah kamu sekalian pada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai,” ungkapnya.

Sesama muslim dan warga bangsa wajib meningkatkan solidaritas. Solidaritas dalam arti jika sebagian umat Islam mengalami penderitaan dan kesulitan, sebagian yang lain haruslah berempati dan bergotong-royong menanggulanginya.

“Ukhuwah Islamiyah dan Ukhuwah Wathaniyah  merupakan modal sosial yang tidak ternilai dalam menata kemajuan umat dan bangsa ke arah yang lebih baik. Umat Islam harus mampu mengisi kelemahan yang satu dengan kekuatan yang lain, ” tandas Wamen.

“Saya mengapresiasi dukungan dan kerjasama ormas-ormas Islam khususnya Wahdah Islamiyah terhadap program kerja Kementerian Agama selama ini. Begitupun kami, akan terus menjaga dan bahkan memperluas kerja sama dengan ormas-ormas Islam dalam pembangunan umat dan bangsa, sebagai kewajiban kita bersama dalam mewujudkan islam sebagai rahmat bagi alam semesta,” tutup Wamen. (HS-08)

Share This

Belanja Masalah, Komisi VIII DPR Kunjungi IAKN Manado

Prakiraan Cuaca Semarang Dan Sekitarnya, Minggu (10/10/2021)