Wali Kota Tegal Minta KPRI Berinovasi dan Buat Terobosan

Wali Kota Tegal H Dedy Yon Supriyono, saat membuka Rapat Anggota Tahunan Koperasi Pegawai Republik Indonesia “Sepakat” Kota Tegal, Tahun Buku 2020, Kamis (25/02) di Hotel Karlita, Kota Tegal. (Foto : Tegalkota.go.id)

 

HALO TEGAL – Manajemen Koperasi Pegawai Republik Indonesia “Sepakat” Kota Tegal, harus bisa membuat inovasi dan terobosan, untuk memajukan usaha dan mensejahterakan anggota.

Inovasi-invovasi tersebut, antara lain menjaring anggota baru dan melakukan ekspansi usaha ke luar.

Penekanan tersebut disampaikan oleh Wali Kota Tegal H Dedy Yon Supriyono, saat membuka Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Pegawai Republik Indonesia “Sepakat” Kota Tegal Tahun Buku 2020, Kamis (25/02) di Hotel Karlita, Kota Tegal.

Namun demikian, lanjut Dedy Yon, manajemen koperasi juga harus menunjukkan keseriusan dalam bekerja. Hal itu karena sebaik apapun gagasan yang terlahir, tidak akan membuahkan hasil apapun, jika pelaksanaannya tidak serius.

Bentuk keseriusan bekerja tersebut, antara lain dalam bentuk jam buka koperasi. Dedy Yon mengatakan, unit usaha pegawai tersebut berada di lingkungan kantor.

Karena itu, konsumen utamanya juga orang-orang di lingkungan kantor. Karena itu kebiasaan buka siang dan tutup terlalu cepat harus dihilangkan.

Jangan ada lagi unit usaha di lingkungan kantor setiap pagi membuka usahanya kalah cepat dengan kantor, dan tutup lebih cepat dari jam pulang kantor.

“Ini adalah cermin kedisplinan kerja yang kurang baik,” sebut Wali Kota.

Sementara itu berkaitan dengan RAT, Dedy menekankan dua hal agar RAT bisa berjalan dinamis, banyak gagasan, dan bisa menghasilkan banyak hal.

Pertama, seberapa jauh tugas dan kewajiban yang telah dijalankan oleh pengurus sesuai program kerja yang telah ditetapkan.

“Seberapa besar manfaat diterima oleh anggota koperasi, serta seberapa tinggi efektifitas pengendalian dan pengawasan yang berjalan saat ini,” ucap Wali Kota.

Kemudian yang kedua, adalah melalui forum RAT, anggota berhak untuk melakukan evaluasi, memberikan masukan untuk peningkatan pelayanan, serta terlibat langsung dalam penyusunan program kerja sebagai kesinambungan program tahun 2021.

“Tentu dengan memperhatikan potensi yang ada, mengingat kedua hal inilah diharapkan RAT bisa berjalan dinamis, banyak gagasan, dan bisa menghasilkan banyak hal,” jelas Wali Kota.

Terkait inovasi, Wali Kota menyampaikan, Koperasi Sepakat harus bisa mengembangkan usahanya di jenis-jenis usaha berbasis digital.

Wali Kota mencontohkan bahwa sudah belasan tahun di luar sana mini market – mini market melayani pelayanan pembayaran listrik, telepon, PDAM, penjualan pulsa dan quota ponsel, tapi Koperasi Sepakat belum melangkah ke sana, belum lagi pengembangan usaha melalui jaringan online, juga belum mulai disentuh padahal UKM-UKM saja sudah banyak yang memulai.

“Saya percaya koperasi sepakat masih bisa dikembangkan secara optimal, sehingga manfaat yang diberikan kepada anggota akan semakin banyak, dan rasa memiliki terhadap unit usaha ini terus meningkat. Apalagi melihat jumlah karyawan di sini sudah cukup memadai, saya yakin semua bisa dilakukan. mini market yang cukup ramai di tengah kota saja bisa berjalan hanya dengan jumlah karyawan 3-5 orang, saya yakin sepakat bisa lebih hebat,” harap Wali Kota.

Sejahterakan Anggota

Sekretaris Pusat Koperasi Pegawai Republik Indonesi (PKPRI) Kota Tegal, Sipon Junaedi yang juga ketua Dekompinda Kota Tegal, menyampaikan bahwa Koperasi Sepakat harus mampu mensejahterakan anggotanya dan bisa membuat terobosan, inovasi dalam pengembangan usahanya.

“Saya sampaikan bahwa buku laporan nya begitu bagus, namun demikian juga ada perlu efisiensi, karena bagaimana pun koperasi harus mensejahterakan anggotanya, apalagi dengan asetnya yang mencapai Rp 11 miliar lebih, Sisa Hasil Usaha (SHU) juga naik. Harus ada terobosan dan inovasi baru bagaimana agar kesejahteraan anggota meningkat,” ucap Sipon Junaedi.

Sipon Junaedi juga mengatakan dengan aset yang mencapai 11 miliar lebih maka perlu dilakukan audit eksternal.

“Audit eksternal juga wajib dilakukan, sehingga tahu kekurangan kita, saya juga melihat perlu adanya manajer apalagi dengan mengelola aset yang begitu besar,” tambah Sipon Junaedi.

Dalam laporannya, Ketua Koperasi Sepakat, Drs Joko Sukur Baharudin mengatakan, Kegiatan usaha yang dilaksanakan Koperasi Sepakat Kota Tegal meliputi, simpanan, perkreditan/pinjaman, pertokoan, usaha jasa dan lain-lain.

“Untuk simpanan, Koperasi Sepakat telah menghimpun modal dari anggota dalam bentuk simpanan yang ada pada tahun ini memperoleh total simpanan berjumlah Rp 8.360.649.543 dan perkreditan/pinjaman pada tahun 2020 dapat terealisasi sebesar Rp 11.195.500.000, yang diberikan kepada 355 orang,” ucap Joko Sukur.

Sedangkan pertokoan mini market UKM mart tahun 2020, disebutkan Joko Sukur telah merealisasikan penjualan sebesar Rp 1.013.286.192 dan usaha jasa memperoleh pendapatan sebesar Rp 52.386.175 dan lain-lain di luar usaha yaitu dari jasa giro Bank, SHU PKPRI dan sewa panjang rak sebesar Rp 11.111.212. (HS-08)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.