Wali Kota Semarang Menyayangkan, Banyak Pohon Peneduh Jalan yang Mati

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menyerahkan bibit pohon kepada salah satu peserta penanaman pohon serentak di 16 kecamatan di Kota Semarang, Sabtu (7/12/2019).

 

HALO SEMARANG – Kurang lebih 58.000 bibit pohon ditanam dalam aksi penanaman pohon serentak di 16 kecamatan di Kota Semarang, Sabtu (7/12/2019). Aksi tersebut dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Semarang bersama dengan Forkompinda dan organisasi kemasyarakatan serta pegiat penghijauan, dengan tujuan untuk menciptakan Kota Semarang menjadi kota yang teduh dan hijau.

Membuka acara secara simbolis di Pangkalan TNI AL Semarang atau Lanal Semarang, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengungkapkan, penanaman pohon serentak di 16 kecamatan dilakukan dengan harapan bibit pohon ini akan berkembang dengan baik sehingga membuat Kota Semarang lebih teduh.

- Advertisement -

Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi pun berharap, upaya penanaman pohon tidak hanya seremoni saja. Setelah ditanam, bibit tersebut diharapkan dirawat dan jangan sampai tanaman tersebut mati.

“Tapi ini memerlukan upaya bergerak bersama, tidak hanya seremoni saja. Mari kita kemudian bertanggung jawab mengajak teman-teman yang lain. Kita menanam, kita tengok dan rawat jangan sampai tanaman ini mati,” Ajak Hendi.

Dalam kesempatan tersebut Hendi dengan tegas menginstruksikan kepada jajaran dan warga agar mengurangi kebiasaan menebang pohon, khususnya pohon peneduh jalan. Dirinya mengamati pohon yang berada di pinggir jalan Kota Semarang banyak yang menghilang atau mati. Padahal apabila pemilik rumah atau toko mengajukan izin kepada Pemerintah Kota Semarang, pihaknya sudah jelas-jelas akan menolaknya.

“Masalahnya ada pihak-pihak yang nakal membunuh pohon tersebut. Jika ada pembangunan rumah ataupun ruko di pinggir jalan raya, biasanya pohon di depannya hilang. Kalau izin dengan saya, padahal tidak kami izinkan. Tapi kemudian pohon di depannya tiba-tiba layu, karena biasanya disiram oli atau bahan kimia sehingga pohon itu akhirnya mati,” Urai Hendi.

Menurut Hendi, permasalahannya bukan boleh atau tidak boleh menebang pohon. Tetapi Dirinya mengingatkan komitmen segenap warga Semarang, kalau memang tidak menginginkan Kota Semarang panas, segenap warga harus ikut merawat kota ini dengan baik.

Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang, Sapto Adi Sugihartono menambahkan, pada penanaman pohon serentak ada total ada 58.000 bibit pohon yang ditanam di lokasi-lokasi median/pinggir jalan, baik jalan protokol, jalan nasional, jalan provinsi, dan jalan kota. Kemudian di dekat mata air, sempedan sungai, serta lahan kritis.

“Empat lokasi yang menjadi titik-titik penanaman pohon dipilih karena di lokasi tersebut pohon sangat bermanfaat dan dibutuhkan. Pohon tersebut bermanfaat untuk mengurangi polusi di Jalan, mencegah erosi di sempedan sungai, mencegah longsor di lahan kritis, serta perlindungan dan pelestarian mata air,” katanya.(HS)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.