Wali Kota Pekalongan : Jutaan Orang Mudik, Potensi Penularan Korona Jadi Tinggi

Foto : Pekalongankota.go.id

 

HALO PEKALONGAN – Pemerintah melarang warga untuk mudik, untuk mencegah penularan baru Covid-19. Jika mudik diperbolehkan, maka potensi klaster baru penularan Covid-19 menjadi sangat tinggi.

Oleh karena itu keputusan Pemerintah Pusat untuk melarang mudik adalah hal yang tepat. Keputusan itu juga didukung oleh Pemerintah Kota Pekalongan.

Hal itu disampaikan Wali Kota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid SE, Rabu (28/4). “Warga Kota Pekalongan yang berada di luar kota, jangan mudik dulu. Ini untuk kebaikan bersama, melindungi diri kalian dan keluarga di rumah,” kata Wali Kota, seperti dirilis Pekalongankota.go.id.

- Advertisement -

Wali Kota yang memiliki sapaan akrab Aaf ini, mengaku tak bisa membayangkan jika mudik diperbolehkan. Akan ada jutaan orang dan ratusan ribu kendaraan yang bergerak dari satu kota ke kota lain.

Rest area pun juga akan penuh sesak. Kondisi seperti ini bisa menjadi potensi munculnya klaster baru penularan Covid-19.

“Mari tetap patuhi larangan mudik, meskipun ini bukan keputusan terbaik atau ideal,” ajak Aaf.

Aaf menyebutkan, Pemerintah Pusat telah memperpanjang larangan mudik yakni mulai 22 April sampai 24 Mei 2021. Jika di Kota Pekalongan ada warga yang mudik, apalagi dari zona merah, maka akan langsung di tes PCR.

“Jika hasilnya positif, maka pemudik tersebut akan langsung dikarantina di Gedung Pusdiklat,” tegas Aaf. (HS-08)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.