Wali Kota Pekalongan Ingatkan LPPL Agar Tetap Netral

Wali Kota Pekalongan, M Saelany Machfudz.

 

HALO PEKALONGAN – Pemerintah Kota Pekalongan memiliki Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL), yakni Radio Kota Batik (RKB) dan Batik TV.

Wali Kota Pekalongan, M Saelany Machfudz saat ditemui di ruang kerjanya menekankan netralitas LPPL dalam semua pemberitaan terkait Pilkada.

“Kami memang telah berkomitmen untuk netral, termasuk para ASN di bawah kepemimpinan saya. Tentu ini harus dibarengi dengan pemberitaan yang netral, LPPL Batik TV, LPPL RKB, Dinkominfo, dan Bagian Protokol juga harus netral,” ungkap Saelany, Jumat (9/10/2020).

Dirinya berharap, LPPL bisa menjaga netralitasnya di tahun politik ini, dan bisa memberitakan secara objektif dan berimbang, sehingga menjadi corong pemberitaan.

Diharapkan, ke depan peran LPPL di Kota Pekalongan menjadi lembaga yang membawa misi kedamaian, persatuan, dan kesatuan.

“Melalui pemberitaan dan informasi yang netral mari kita ciptakan Kota Pekalongan yang lebih baik dan kondusif dalam penyelenggaraan Pilkada akhir tahun ini,” terangnya.

Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2005 tentang Penyelenggaran Penyiaran Lembaga Penyiaran Publik, LPP berperan sebagai media informasi, pendidikan, hiburan yang sehat, kontrol dan program sosial, serta pelestari budaya bangsa dengan senantiasa berorientasi kepada kepentingan seluruh lapisan masyarakat.

“LPPL harus menetralkan setiap informasi yang berkembang, khususnya berita hoaks,” tandas Saelany.

Sementara itu, Kepala Dinkominfo Kota Pekalongan, Yos Rosyidi telah memberikan pengarahan kepada LPPL Batik TV, LPPL RKB, dan Tim Komunikasi Publik di bawah naungannya agar bersikap netral dalam gelaran Pilkada.

“Media memiliki pengaruh yang besar dalam membangun opini publik, oleh karena itu LPPL Batik TV, RKB dan Tim Komunikasi Publik Dinkominfo dalam bekerja harus profesional guna membangun kondusifitas wilayah,” terang Yos.

Yos meminta agar berita yang diinformasikan ke masyarakat tidak boleh ada keberpihakan di salah satu pasangan calon.

“Hati-hati dalam meliput suatu acara maupun membuat konten berita. Jika itu menyangkut informasi Pilkada, maka sumber informasi yang didapat harus dari instansi yang berwenang,” pungkas Yos.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.