in

Wali Kota Magelang Ajak Pengusaha Kecil Kreatif Pada Masa Pandemi

Wali Kota Magelang, Sigit Widyonindito berdialog dengan warga, saat Mlaku-mlaku Tilik Kampung tahun 2020, di Kelurahan Magelang, Kecamatan Magelang Tengah (Foto : magelangkota.go.id)

 

HALO MAGELANG – Para pelaku usaha kecil di Kota Magelang, perlu lebih kreatif agar dapat bertahan, sekaligus berkembang di tengah pandemi covid-19. Peran para pelaku usaha kecil tersebut, sangat penting dalam menstabilkan perekonomian daerah.

Ajakan agar para pelaku usaha kecil lebih kreatif tersebut, disampaikan Wali Kota Magelang, Sigit Widyonindito saat menggelar Mlaku-mlaku Tilik Kampung tahun 2020, di Kelurahan Magelang, Kecamatan Magelang Tengah.

Di kelurahan tersebut, Sigit menemukan banyak sekali kreasi usaha rumahan, UMKM, dan pedagang yang didominasi kalangan muda-mudi. Mereka tetap bersemangat menjalankan usaha mereka, meski pandemi Covid-19 belum berakhir.

Menurut Sigit, Pemkot Magelang terus berupaya menguatkan peran masyarakat dalam mencegah penyebaran Covid-19. Di sela kegiatan Mlaku-mlaku Tilik Kampung ini, Sigit juga mendorong semangat para relawan Satgas Jogo Tonggo di semua RW se-Kota Magelang, karena mereka menjadi garda depan menangani pandemi.

“Pandemi Covid-19 ini menjadi ujian kita bersama. Sampai sekarang, sudah relatif lama, hampir 9 bulan. Saya harap, kita tetap bisa menjaga diri, menjaga keluarga, dan lingkungan, juga jangan lupa senantiasa berdoa,” kata Sigit, seperti dipublikasikan magelangkota.go.id, Selasa (24/11).

Sigit menilai, tingginya kurva kenaikan Covid-19 di wilayahnya dalam beberapa hari terakhir ini, karena pengetesan yang masif kepada penduduk, peningkatan pendataan terhadap kontak erat, proses tracing, dan penularan dari luar daerah.

“Kemarin sempat ada cuti dan libur panjang. Di satu sisi memang berdampak pada kenaikan jumlah kasus positif Covid-19 di Kota Magelang,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Sigit juga memberikan 156 paket sembako berisi 20 kilogram beras, 2 kilogram telur, mi instan 1 dus, minyak goreng, dan kecap. Bantuan diserahkan di sela dirinya berkeliling ke kampung-kampung di Kelurahan Magelang secara door to door.

“Upaya dan pemberian bantuan ini disamping untuk menguatkan Satgas Jogo Tonggo di tiap-tiap RW di Kelurahan Magelang juga sebagai strategi agar tidak terjadi penumpukan massa kalau ratusan paket sembako diberikan di satu tempat saja,” ujarnya.

Menurut Sigit, bantuan dari berbagai sumber terus berdatangan sejak awal hingga saat ini. Tak hanya paket sembako, Pemkot Magelang juga telah menyalurkan bantuan APBD sebesar Rp3,5 miliar kepada keluarga penerima manfaat (KPM).

“Belum lagi yang dari Kementerian Sosial sudah banyak sekali diberikan. Tujuannya apa, bantuan-bantuan ini agar masyarakat tetap bahagia, kuat, dan semangat menjalani aktivitas di masa pandemi. Tapi pesan saya, jangan sembrono. Protokol kesehatan tetap harus diterapkan,” katanya.

Lurah Magelang, Suwandarta mengatakan wilayahnya memiliki 13 RW dan 52 RT. Dia pun mengapresiasi bantuan 156 paket sembako dari Pemkot Magelang ini. Termasuk juga bantuan 75 face shiled, 13 thermo gun, dan 26 alat sprayer disinfektan.

“Kegiatan Mlaku-mlaku Tilik Kampung ini sebagai ajang silaturahmi dan sosialisasi Jogo Tonggo yang digerakkan oleh Pemprov Jawa Tengah. Seluruh masyarakat di Kelurahan Magelang selalu memberikan dukungan terhadap program-program Pemkot Magelang,” ungkapnya.

Ia membenarkan bahwa masyarakat Kelurahan Magelang sebagian besar bermata pencaharian sebagai pelaku usaha. Tidak sedikit dari mereka yang usahanya terdampak pandemi Covid-19.

“Untuk itu, saya ucapkan banyak terima kasih kepada Pak Wali dan Pemkot Magelang atas bantuan ini. Selama 10 tahun kepemimpinan Pak Wali (Sigit Widyonindito), Kelurahan Magelang sekarang berubah menjadi kelurahan yang berbudaya, dengan segala potensi seperti Tuk Drajat, Pendopo Mantyasih yang menjadi punden atau cikal bakal Magelang,” kata dia. (HS-08)

Share This

Kasus Covid-19 Melonjak, KBM Tatap Muka di Kota Magelang Ditunda Lagi

Tiga Musisi Rock Tanah Air Batal Tampil Hibur Penggemar