in

Wali Kota Gibran Minta Masyarakat Halalbihalal Secara Daring

Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Candi 2021, yang digelar Polresta Surakarta, di Halaman Polresta Surakarta. (Foto : Surakarta.go.id)

 

HALO SURAKARTA – Warga masyarakat Surakarta, diminta untuk tidak mudik, demi mencegah penyebaran Covid-19. Walau demikian kegiatan halalbihalal dapat tetap dilaksanakan, meskipun secara daring.

“Tahan diri dulu tidak mudik. Halalbihalal bisa secara daring, untuk menghindari peningkatan kasus Covid-19. Angkanya ini sudah baik. Apalagi, Juli sekolah akan dibuka,” kata Wali Kota Surakarta, Gibran Rakabuming Raka, seusai Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Candi 2021 yang digelar Polresta Surakarta, di Halaman Polresta Surakarta.

Upaya menjaga agar kasus Covid-19 tidak kembali meningkat, menurut Gibran penting untuk dilakukan, agar perekonomian yang sudah berangsur pulih dapat terjaga.

Saat larangan mudik berlaku, warga dengan kondisi tertentu, masih dapat meminta surat izin keluar masuk (SIKM) wilayah. Pemkot Surakarta akan mempermudah pengurusan izin ini, termasuk melalui pengurus RT dan RW.

“Yang jelas semua mengacu pada SE terakhir Wali Kota, agar dipedomani semua pihak, termasuk masyarakat. Regulasi telah ditetapkan dan hendaknya dipatuhi,” kata dia, seperti dirilis Surakarta.go.id.

Dia juga menyebut, Pemkot Solo akan mendapat kiriman vaksin Sinovac dan vaksin buatan Indonesia. “Mei-Juni nanti vaksin melimpah. Kami akan kebut  lagi,” kata Gibran.

Pemkot Solo juga mengantisipasi lonjakan konsumen di pusat perbelanjaan dan tempat pariwisata. Gibran menekankan, supaya tidak terjadi kerumunan, pihaknya memberi ancaman sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan. “Satpol PP sudah siapkan sanksi. Swab akan dilakukan di kerumunan,” tandasnya.

Sementara Kapolresta Surakarta AKBP Ade Safri ,dalam apel gelar pasukan, menekankan Polri siap menggelar Operasi Ketupat 2021, mulai 6 hingga 17 Mei. Operasi digelar guna menciptakan suasana kondusif, aman dan tertib pada Ramadan hingga Idul Fitri 1442/Hijriah, yang berlangsung di masa pandemi Covid-19.

“Kita lakukan antisipasi pelaku perjalanan, dengan memaksimalkan posko di terminal, stasiun, mall dengan mengecek dokumen yaitu hasil negatif paling lambat 1x 24 jam. Tes rapid antigen acak kita lakukan. Cegak kerumunan masyarakat. Denda administratif dan pembagian masker pada masyarakat juga kita jalankan,” ucapnya.

Lebih lanjut dia meminta semua pihak, termasuk masyarakat tetap waspada. “Jangan sampai kita kurang waspada dan underestimte. Kita harus jaga jangan sampai Ramadan jadi kluster baru di pesantren, tarawih, Shalat Idulfitri dan kerumunan berbagi takjil,” katanya.

Kapolresta menyerukan agar dilakukan langkah-langkah preventif, antara lain mendirikan posko terpadu yang lengkap, koordinasi dengan pengelola gedung yang biasa menngelar hajatan, patroli gabungan secara periodik, dan terus mengimbau masyarakat agar menuruti aturan protokol kesehatan 5M.

Selain itu juga mencegah penumpukan pengunjung lokasi wisata, dengan one gate sysyem, mendirikan posko di tempat keramaian, koordinasi swab antigen acak dan pembagian masker, penegakan hukum dengan tim pemburu Covid 19.

Juga, menerapkan sanksi hukum dan denda administrasi, PPKM Mikro pada zona merah dengan kewajiban lapor, menutup tempat wisata yang tidak esensial, memberikan bantuan sosial pemetaan ekonomi sosial, dan vaksinasi massal Jawa-Bali.

Sementara itu seusai apel, digelar pula pemusnahan barang bukti berupa 1.315 liter minuman keras ciu dan 319 botol minuman keras berbagai merek. Kegiatan itu disaksikan Wali Kota didampingi Kapolresta, Wakil Wali Kota Teguh, Danrem, Dandim, Dan Kopasus Grup 2,  Polda Jateng beserta pejabat Forkopimda. (HS-08)

Share This

Operasi Ketupat Candi, Fokus Pelayanan dan Penerapan Prokes

Pencegahan Penyebaran Covid-19 Jadi Prioritas Operasi Ketupat Candi