Walau Berbahaya, Berenang di Air Dingin Disebut Bisa Lindungi Otak dari Demensia

Wartawan BBC Justin Rowlatt mencoba berenang di air dingin. (Foto: BBC.com)

 

HALO SEMARANG – Sebuah kabar gembira datang dari Universitas Cambridge. Para ahli kesehatan di universitas tertua kedua di Inggris ini, menemukan bahwa berenang di air dingin, dapat melindungi otak dari penyakit degeneratif, seperti demensia.

Prof Giovanna Mallucci, yang mengelola Pusat Institut Penelitian Dementia Inggris di Universitas Cambridge, untuk kali pertama menemukan bahwa dalam darah para perenang musim dingin di Gedung Parlemen London Hill Lido, terdapat protein RBM 3 atau protein “cold-shock”.

Protein ini terbukti dapat memperlambat timbulnya demensia. Bahkan dapat memperbaiki beberapa kerusakan yang ditimbulkannya pada tikus.

Giovanna mengatakan pula, penemuan itu dapat mengarahkan para peneliti ke perawatan obat baru yang dapat membantu menahan demensia. Namun demikian, dia mengakui bahwa penelitian ini masih pada tahap awal, sehingga masih butuh proses panjang, hingga dapat diterapkan pada manusia.

Seperti dirilis bbc.com, Giovanna mengatakan sudah ada lebih dari satu juta orang dengan demensia di Inggris. Totalnya diperkirakan akan meningkat dua kali lipat pada tahun 2050.

Para peneliti sedang mencari cara baru, untuk mengobati kondisi tersebut, karena opsi saat ini hanya berdampak terbatas.

Beruang dan landak

Penelitian ini terinpirasi dari kemampuan hibernasi mamalia, seperti beruang dan landak. Para ahli juga mengetahui, bahwa mendinginkan orang, dalam keadaan tertentu dapat melindungi otak mereka.

Orang dengan cedera kepala atau membutuhkan operasi jantung, sering didinginkan selama operasi, seperti halnya bayi. Namun mereka belum benar-benar secara detil memahami kaitan antara pendinginan dengan perlindungan otak tersebut.

Walaupun demikian dingin juga dapat menimbulkan bahaya pada manusia. Syok saat memasuki air dingin, dapat menyebabkan peningkatan dramatis pada detak jantung dan tekanan darah. Ini dapat menyebabkan serangan jantung dan stroke, pada mereka yang menderita penyakit yang mendasarinya.

Ini juga memicu refleks napas dan pernapasan cepat, yang dapat menyebabkan tenggelam jika air terhirup.

Semakin lama seseorang menghabiskan waktu di air, semakin lambat responsnya. Orang bisa menjadi bingung dan canggung, dan sulit keluar dari air.

Dr Heather Massey dari Laboratorium Lingkungan Ekstrim Universitas Portsmouth, mengatakan ada beberapa hal penting yang perlu diingat. Sebelum berendam di air dingin, harus dipastikan orang tersebut sehat dan bugar. Jika ragu akan hal ini, sebelum berenang di air dingin, sebaiknya berkonsultasi ke dokter. Berenang di air dingin, sebaiknya juga tidak dilakukan seorang diri, melainkan bersama-sama orang yang lebih berpengalaman.

Ketika mulai merasakan kedinginan, dianjurkan untuk segera keluar dari air, lepaskan pakaian basah, dan ganti dengan yang kering dan hangat sebanyak mungkin. Dianjurkan pula untuk teruslah bergerak, melakukan olahraga ringan, dan tidak khawatir akan menggigil. Menggigil malahan dapat membantu menghangatkan Anda. Walaupun demikian Dr Massey mengatakan jangan mandi air panas atau mandi.

Perubahan tekanan darah Anda saat Anda melakukan pemanasan kembali, dapat menyebabkan Anda pingsan dan berisiko mengalami cedera traumatis. (HS-08)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.