Wakil Ketua DPRD Semarang Dorong Penguatan Satgas Siaga Covid-19 di Tingkat RW

Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Mualim.

 

HALO SEMARANG – Jajaran DPRD Kota Semarang mendorong adanya penguatan Satgas Siaga Covid-19 di tingkat RT dan RW. Hal itu karena kasus penularan pandemi di Kota Semarang masih cukup tinggi.

Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Mualim mengatakan, saat ini warga sudah mulai banyak yang berkegiatan yang bersifat kerumunan.

Mualim pun mengimbau agar kampung siaga Covid-19 di tingkat RW harus tetap dijalankan sesuai prosedur.

Hal ini untuk meminimalisir adanya klaster baru, terlebih usai libur panjang dan jelang Pilwalkot 2020.

Apalagi hingga kini virus corona masih menjadi momok di tengah masyarakat.

“Pelaksanaan 3M harus benar-benar dilakukan, hingga ke tingkat RT RW demi memutus mata rantai penyebaran virus. Dan harus dimulai dengan kesadaran masyarakatnya sendiri, serta adanya pengawasan dari pihak Satgas Covid di tingkat RT/RW,” katanya, baru-baru ini.

Sebagai informasi, Kecamatan Semarang Barat menempati posisi teratas kasus Covid-19 di Kota Semarang. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Semarang, terdapat 42 kasus di Semarang Barat. Kasus tertinggi berada di Kelurahan Manyaran yakni sebanyak 15 orang.

Camat Semarang Barat, Heru Sukendar mengakui Kecamatan Semarang Barat memang menduduki posisi yang tertinggi. Berbagai upaya pun telah dilakukan untuk menekan angka kasus Covid-19.

“Semarang Barat memang yang tertinggi. Sebenarnya kami sudah melakukan upaya semaksimal mungkin. Kami sudah mensosialisaikan protokol kesehatan di semua RW se-Kecamatan Semarang Barat,” papar Heru, Selasa (3/11/2020).

Dia melanjutkan, Satgas Covid-19 Kecamatan Semarang Barat tak hanya mensosialisasikan protokol kesehatan, melainkan juga memberikan penghargaan bagi tempat usaha maupun tempat ibadah yang menerapkan protokol kesehatan dengan baik.

Belakangan ini, ada beberapa klaster yang muncul di Semarang Barat di antaranya klaster rumah makan. Saat ini penyebaran klaster tersebut telah terputus. Terbaru, muncul kasus penyebaran Covid-19 di Kantor Kelurahan Manyaran.

Dia menjelaskan, kasus Covid-19 di kelurahan tersebut berawal dari satu pegawai yang bergejala. Kemudian, 17 kontak erat langsung dilakukan swab test. Hasilnya, lima orang terpapar Covid-19.

Saat ini satu orang yang terpapar Covid-19 dirawat di rumah sakit, sedangkan lima orang di rawat di rumah dinas Wali Kota Semarang.

“Jadi, ada enam yang positif. Lurah, seklur, dua kasi, satu IT, dan satu kader,” sebutnya.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.