Wakil Ketua DPRD Kota Semarang Minta Masyarakat Lebih Disiplin Terapkan Physical Distancing

Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Muhammad Afif.

 

HALO SEMARANG – Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Muhammad Afif meminta masyarakat untuk lebih disiplin dalam menerapkan pembatasan jarak fisik atau physical distancing untuk mencegah penyebaran coronavirus disease 2019 (Covid-19).

“Kami mendorong agar masyarakat untuk lebih disiplin, ikuti anjuran pemerintah menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dengan cuci tangan pakai sabun (CTPS). Juga disiplin menerapkan physical distancing, hindari kerumuman dan tetap di rumah jika tidak ada keperluan mendesak. Jika harus keluar pun, wajib pakai masker,” kata Afif, Kamis (9/4/2020).

Untuk lebih mengoptimalkan penerapan physical distancing, kata Afif, sebenarnya Pemkot Semarang sudah berupaya keras agar kebijakan ini tertib dijalankan oleh masyarakat.

Misalnya penutupan sejumlah jalan protokol di Kota Semarang untuk mengurangi mobilitas masyarakat dari pukul 18.00 – 06.00 WIB.

“Ini sudah baik, kebijakan Pak Wali Kota. Namun jika ramai juga, perlu mempertimbangkan kebijakan represif dari pemkot. Karena penutupan itu saya amati hanya mengurangi jam keluarnya anak-anak muda di waktu tersebut. Ke depan harus dipikirkan bagaimana penekananya agar masyarakat bisa lebih disiplin tak keluar rumah,” ungkap politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu.

Di sisi lain, Afif menilai perlunya sosialisasi intens tentang physical distancing hingga ke tingkat bawah. Karena, Afif menyebut, sebagian masyarakat masih belum disiplin dalam penerapan kebijakan itu.

“Memang masyarakat kan perlu orang yang selalu mengingatkan. Wali Kota Semarang sudah seringkali mengingatkan lewat struktur, seperti camat, kelurahan, hingga di tingkat RT maupun RW. Yang perlu ditingkatkan komunikasi dengan tokoh-tokoh agama untuk mengingatkan masyarakat,” pungkasnya.

Sebagai informasi, berdasarkan data yang dihimpun hingga Kamis (9/4/2020), jumlah pasien positif Covid-19 di Semarang secara kumulatif sebanyak 61 orang. Sementara terdapat 177 PDP dan 1.358 ODP. Sementara jumlah pasien Covid-19 yang sembuh di Kota Semarang mencapai 17 orang.(HS)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.