Wakil Ketua DPRD Kota Semarang: Masyarakat Tak Perlu Resah Dengan Massifnya Razia Masker

Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Wahyoe “Liluk” Winarto (kiri) saat berbincang dengan Ketua DPRD Kota Semarang, Kadarlusman.

 

HALO SEMARANG – Masyarakat diminta tak terlalu resah dengan massifnya razia masker di Kota Semarang.

Karena razia tersebut dilakukan dengan tujuan mendisiplinkan masyarakat, bukan sekadar untuk menghukum pelanggar. Hal ini terkait dengan upaya pemerintah dalam menekan penularan Covid-19 di Kota Semarang.

- Advertisement -

Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Wahyoe “Liluk” Winarto mengatakan, maraknya razia masker diharapkan bisa disikapi dengan bijak oleh masyarakat.

“Akhir-akhir ini memang kegiatan razia masker lebih dimassifkan. Ini tujuannya untuk mendisiplinkan masyarakat, agar tak tertular Covid-19. Gak usah resah, karena kalau kita disiplin menggunakan masker saat berada di tempat umum, pasti tak terkena sanksi,” katanya, Kamis (17/9/2020).

Selain imbauan kepada masyarakat, Liluk juga berharap petugas yang melakukan razia tak bertindak arogan. Perlu disadari bahwa razia ini merupakan bentuk upaya pendisiplinan masyarakat.

Jadi niatannya bukan hanya untuk menghukum, namun ada sisi edukasi.

Apalagi saat ini kondisi masyarakat juga sedang tidak bagus akibat pandemi.

“Kalau kesalahannya tidak fatal, ditegur saja mungkin sudah cukup. Dan jangan arogan dalam penindakan, karena kondisi masyarakat saat ini juga sedang sulit. Jangan malah menambah beban masyarakat,” katanya.

Sebagai informasi, Pemkot Semarang memang sedang menggalakkan razia masker untuk penegakan peraturan Wali Kota Semarang Nomor 57 tahun 2020, tentang Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) dan pemakaian masker saat ke luar rumah.

Petugas gabungan dari TNI, Polri, dan Satpol PP Kota Semarang dilibatkan dalam razia, sebagai upaya pendisiplinan masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan.

Petugas melakukan pendataan serta penahanan KTP bagi warga yang kedapatan tidak memakai masker di tempat umum. Selain itu, mereka juga didenda dengan melakukan pembersihan sekitar area tempat razia serta hukuman fisik seperti push-up.

Meski pemerintah sudah menyatakan dalam kondisi new normal, namun masyarakat diminta untuk tetap menjaga kesehatan.

Pasalnya, penyebaran virus corona yang ada di Indonesia hingga saat ini masih terus naik.

Hal ini dipicu salah satunya ketidakdisiplinan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.