in

Wakil Ketua DPRD Jateng: Tetap Waspada Ancaman Bencana Saat Cuaca Ekstrem

Wakil Ketua DPRD Jateng, Sukirman.

HALO SEMARANG – Wakil Ketua DPRD Jateng, Sukirman berharap pemerintah daerah maupun masyarakat secara umum tetap waspada ancaman bencana. Hal itu disampaikannya, menyikapi peringatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) tentang cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi di Jateng dalam sepekan ke depan.

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut mengatakan, curah hujan di beberapa wilayah di Jawa Tengah dalam tiga hari terakhir memang mengalami peningkatan. Sehingga berpotensi mengakibatkan bencana alam di beberapa titik lokasi.

“Sementara di beberapa wilayah lain peningkatan suhu udara mulai terasa. Ini tentu berdampak negatif bagi kesehatan manusia. Kami mengimbau masyarakat tetap waspada akan cuaca ekstrem ini, khususnya terkait kesehatan. Selain itu juga waspada ancaman bencana alam, khususnya yang tinggal di daerah rawan,” katanya, baru-baru ini.

Melihat kondisi cuaca akhir-akhir, pihaknya juga mengimbau pemerintah daerah untuk selalu waspada dan siaga terutama di daerah-daerah rawan bencana yang berpotensi yang berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi.

“Apalagi Jawa Tengah merupakan salah satu daerah yang ancaman bencana cukup tinggi. Di dataran atas ancaman bencana paling sering tanah longsor, sementara di daerah bawah banjir dan rob. Ini harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Bagaimana melakukan mitigasi bencana, untuk mencegah dampak yang merugikan masyarakat,” katanya.

Tak hanya persoalan bencana, Sukirman juga menyoroti banyaknya kasus demam berdarah di beberapa daerah. Maka untuk itu, dia mengimbau masyarakat untuk aktif melakukan pembersihan sarang nyamuk di sekitar rumah.

“Pemerintah juga harus aktif melakukan sosialisasi tentang ancaman penyakit demam berdarah di musim hujan ini. Apalagi di beberapa daerah seperti Demak, Solo, Cilacap, dan Banyumas angka keterjangkitan cukup tinggi akhir-akhir ini,” katanya.

Bencana Hidrometeorologi

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat di sejumlah wilayah Jawa Tengah (Jateng) untuk mewaspadai peningkatan intensitas hujan yang berpotensi mengakibatkan cuaca ekstrem yang dapat memicu terjadinya bencana hidrometeorologi sepekan ke depan.

Mengutip keterangan resmi BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Tengah Rabu (6/3/2024), dijelaskan bahwa sedikitnya terdapat tiga penyebab terjadinya cuaca ekstrem ini. Pertama, Monsun Asia yang menunjukkan aktifitas cukup signifikan dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini berpotensi dapat disertai adanya fenomena seruakan dingin yang dapat meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sebagian besar wilayah Indonesia.

Kedua, Stasiun Klimatologi Jawa Tengah menjelaskan, adanya daerah tekanan rendah yang terpantau di sekitar Laut Timor, Teluk Carpentaria dan di Samudra Hindia barat Sumatra yang dapat memicu terbentuknya pola pumpunan dan perlambatan kecepatan angin di wilayah Indonesia bagian barat dan selatan ekuator, serta dapat meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan dan angin kencang di Sumatera, Jawa, Nusa Tenggara, dan Sulawesi bagian selatan, serta berdampak pada peningkatan gelombang tinggi di perairan sekitarnya.

Dan, ketiga yaitu aktivitas gelombang atmosfer masih menunjukkan kondisi yang signifikan dalam meningkatkan pertumbuhan awan hujan dan potensi cuaca ekstrem dalam sepekan ke depan, yaitu fenomena Madden Julian Oscillation (MJO) yang terbentuk bersamaan dengan aktifnya gelombang Rossby Ekuatorial. Kondisi tersebut dapat meningkatkan aktivitas konvektif serta pembentukan pola sirkulasi siklonik di wilayah Indonesia.(Advetorial-HS)

Tak Sabar Lalap Sirkuit Lusail

Dinilai Banyak Kalangan Sukses Tangani Banjir, BPBD Kota Semarang Ungkap Strateginya