in

Wakil Ketua DPRD Jateng: Perlu Perlindungan Pemerintah Bagi Petani dan Nelayan Terdampak Bencana Banjir

Wakil Ketua DPRD Jateng, Sukirman (kanan) bersama koleganya, Heri Pudyatmoko (kiri).

HALO SEMARANG – Memasuki pertengahan Maret 2024, beberapa daerah di Jateng mengalami bencana banjir. Banjir tersebut melanda sejumlah wilayah, seperti Grobogan, Demak, Kudus, Pati, Kendal, Kota Semarang, Pekalongan, dan Jepara. Wakil Ketua DPRD Jateng, Sukirman pun mengaku prihatin akan musibah ini. Apalagi banjir tersebut tidak hanya menggenangi permukiman warga, tetapi juga melanda lahan pertanian dan tambak-tambak warga di wilayah pesisir serta mengganggu aktivitas para nelayan.

“Di Semarang misalnya, banyak perahu nelayan yang rusak. Begitu juga di Demak, banyak tambak produktif milik warga yang terendam banjir. Begitu juga di Grobogan, ratusan hektare lahan pertanian rusak karena diterjang banjir. Ini harus menjadi perhatian pemerintah, baik pemerintah daerah, provinsi, ataupun pemerintah pusat,” kata politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut, baru-baru ini.

Menurutnya, pemerintah perlu memberikan perlindungan dalam bentuk bantuan bagi para petani, nelayan, ataupun warga lainnya yang lahan pencariannya terdampak bencana banjir. Pendataan dan inventarisisasi terkait lahan pertanian, tambak, maupun kapal nelayan yang rusak harus dilakukan untuk melindungi mereka yang bekerja di sektor ini.

“Apalagi informasinya ada sekitar 46 ribu hektare lebih lahan pertanian yang terdiri dari padi, jagung, bawang merah, cabai, dan kacang hijau di delapan kabupaten di Jawa Tengah terdampak banjir. Jika tak ada perlindungan dari pemerintah, kasihan nasib mereka,” katanya.

Maka dirinya mendorong Pemprov Jateng mempercepat penanganan pascabanjir, terutama pendataan wilayah pertanian yang terkena dampak banjir, sehingga petani segara mendapat bantuan.

“Penanganan mendesak lainnya, yaitu normalisasi sungai-sungai sekaligus perbaikan tanggul yang rusak atau kritis. Terutama sungai-sungai di daerah terdampak banjir parah, seperti Demak, Grobogan, dan Kudus yang mengakibatkan Jalur Pantura Jateng lumpuh,” tandasnya.

Bantuan

Sebelumnya, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno saat mendampingi Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meninjau sawah terdampak banjir di Desa Bringin, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Kamis, 21 Maret 2024 mengatakan, Pemprov Jateng menerima anggaran dari Kementerian Pertanian sebesar Rp 175 miliar yang akan dipergunakan untuk bantuan bagi para petani yang terdampak banjir di Jawa Tengah.

“Nanti Dinas Pertanian yang akan mendistribusikan kepada para petani. Pembagiannya juga bersama Forkopimda,” kata Sumarno.

Bantuan tersebut terdiri atas benih padi untuk lahan seluas 126,7 hektare senilai Rp 43,1 miliar dan benih jagung untuk lahan seluas 146,5 hektare senilai Rp 131,9 miliar.

Adapun untuk petani terdampak banjir di Grobogan, bantuan benih padi dan jagung yang diterima senilai Rp 42,22 miliar.(Advetorial-HS)

Prakiraan Cuaca Semarang dan Sekitarnya, Sabtu (23/3/2024)

78 Orang Ikuti Donor Darah di Masjid Jami Al Qodar Sendangmulyo