in

Wakil Ketua DPRD Jateng: Pembangunan Harus Perhatikan Hak Dasar Masyarakat

Wakil Ketua DPRD Jateng, Sukirman saat melaksanakan kegiatan bertemu konstituen di Pekalongan, baru-baru ini.

HALO SEMARANG – Wakil Ketua DPRD Jateng, Sukirman meminta pemerintah untuk memperhatikan hak dasar masyarakat. Pasalnya pemenuhan hak dasar ini sangat penting bagi keberlangsungan generasi yang akan datang agar lebih baik dan berkualitas.

Untuk itu DPRD Jateng terus mendorong pemenuhan hak dasar masyarakat di berbagai sektor seperti pendidikan, kesehatan, listrik, air bersih, sanitasi, dan sebagainya. “Kami minta pemerintah, baik pemerintah harus menyediakan pemenuhan hak dasar masyarakat,” ujar Sukirman, baru-baru ini.

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa tersebut mengatakan, hak-hak dasar sangat penting dan wajib dipenuhi oleh pemerintah, dalam upaya untuk mensejahterakan masyarakat. “Dari hasil kunjungan kami ke sejumlah daerah di Jawa Tengah, terutama desa-desa, banyak masyarakat yang belum mendapatkan hak dasar itu. Sehingga perlu untuk diperhatikan oleh pemerintah baik Pemprov Jateng maupun pemkab/pemkot,” kata Sukirman.

Sekretaris DPW PKB Jateng ini mengungkapkan, setiap masyarakat baik itu yang tinggal di kota maupun pedesaan memiliki hak yang sama untuk mendapatkan layanan kesehatan, pendidikan, kebutuhan air bersih, hingga jaringan listrik yang memadai.

Maka, fokus pemerintah dalam pembangunan harus bisa memperhatikan hak-hak dasar masyarakat tersebut, dan setiap aspirasi harus dimasukkan ke dalam program pembangunan selanjutnya.

“Kita tentu menginginkan ke depan seluruh masyarakat, baik di desa maupun perkotaan memperoleh hak dasar mereka. Jadi pemerintah perlu untuk memenuhinya melalui pembangunan yang dilakukan,” pungkasnya

Salah satu hak dasar yang harus dipenuhi adalah pendidikan. Sebab, pemenuhan hak pendidikan akan memberikan dampak yang luar biasa bagi generasi bangsa. Meski begitu, ada sebagian masyarakat Indonesia yang mengabaikan pentingnya pendidikan bagi generasi muda. Padahal menurutnya pendidikan merupakan sistem proses perubahan menuju pencerdasan, pendewasaan, dan pematangan diri.

Jadi, pendidikan layak adalah kewajiban dan hak asasi setiap orang untuk menjadi matang, terampil, dan cerdas, sebagai bekal untuk menjalani kehidupannya.

“Adapun berbagai manfaat yang kita peroleh atas pemenuhan hak pendidikan, pertama, meningkatkan kualitas hidup seseorang. Dengan memahami pengetahuan dan keterampilan, maka individu bisa mengakses peluang pekerjaan dengan lebih baik, mendapatkan penghasilan yang layak, hingga meningkatkan taraf hidup mereka dan keluarga,” katanya.

Kedua, lanjut Sukirman, mendapat pendidikan yang layak adalah bagian dari investasi dalam pengembangan potensi nasional. Dengan memiliki SDM terdidik, negara bisa menghadapi tantangan global, meningkatkan daya saing, dan meraih kemajuan dari berbagai sektor.

“Ketiga adalah pendidikan mempunyai peran penting dalam memutus rantai kemiskinan. Dengan adanya akses pendidikan yang adil dan merata di setiap daerah, maka masyarakat dapat mengangkat diri dari kemiskinan hingga menciptakan peluang kesempatan kerja dan mengurangi kesenjangan sosial. Sementara keempat, pendidikan juga dapat memberi manfaat positif pada kesadaran kesehatan masyarakat. Dengan pengetahuan yang dimilikinya, seorang individu akan lebih memahami pentingnya gaya hidup sehat, pola makan yang baik, hingga perawatan kesehatan yang tepat,” tandasnya.(Advetorial-HS)

Saat Pasang Tiang Internet, Lima Pekerja di Purbalingga Tersengat Listrik

Kemenag, Baznas, dan LAZ Serahkan Bantuan untuk Korban Banjir di Jateng