in

Wakil Ketua DPRD Jateng Minta Pemprov Antisipasi Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok Jelang Ramadan

Wakil Ketua DPRD Jateng, Heri Pudyatmoko.

HALO SEMARANG – Sejumlah harga pangan mengalami kenaikan sepekan jelang bulan suci Ramadan 2024. Pola naiknya harga kebutuhan pangan selalu terjadi dan berulang ketika menjelang maupun saat Ramadan dan Idul Fitri. Beberapa komoditas pangan yang harganya naik di antaranya daging ayam ras, minyak goreng, beras, ayam hidup, daging sapi, telur ayam ras, hingga gula pasir.

Menyikapi hal ini, Wakil Ketua DPRD Jateng, Heri Pudyatmoko mengingatkan Pemprov Jateng untuk terus melaksanakan pantauan harga di pasar-pasar. Termasuk juga mengantisipasi adanya spekulan yang kerap menimbun kebutuhan pangan untuk dijual kembali saat harga naik tinggi.

“Pemprov Jateng harus antisipasi lonjakan kebutuhan pokok dan segera mengambil langkah antisipatif. Perlu ada kesiapan menghadapi lonjakan permintaan akan kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, daging, dan bahan pangan lainnya yang umumnya meningkat saat bulan puasa,” ujar politisi Partai Gerindra ini, Rabu (6/3/2024).

Heri Londo, sapaan akrabnya juga menyoroti pentingnya menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok agar tetap terjangkau oleh masyarakat jelang dan selama Ramadan.

“Kami berharap agar harga kebutuhan pokok dapat tetap stabil sehingga tidak memberatkan masyarakat. Pemprov Jateng harus merumuskan strategi yang tepat untuk memastikan ketersediaan dan stabilitas harga kebutuhan pokok selama bulan Ramadan,” tegasnya.

“Kenaikan harga ini dapat terjadi karena adanya peningkatan permintaan di masyarakat,” tambahnya.

Dikatakan, saat ini sejumlah harga komoditas diketahui naik, di antaranya beras medium Rp 15.700, beras premium Rp 16.500 per kilogram, telur Rp 29 ribu/kg, dan cabai merah mencapai Ro 80 ribu/kg.

Dikatakan, fenomena kenaikan harga jelang Ramadan ini bersifat sementara dan berulang tiap tahunnya. Jadi sangat mungkin diantisipasi. “Untuk itu, jajaran pemerintah terkait kami minta berperan aktif melakukan pemantauan harga, dan masyarakat diimbau untuk tidak panic buying,” tegasnya.

Pasar Murah

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Kodam IV/Diponegoro dan Pemkot Semarang menyelenggarakan pasar murah, guna mengendalikan harga bahan pangan dan inflasi di wilayahnya jelang Ramadan 2024. Pagelaran pasar murah itu dilaksanakan di Lapangan Garnisun Kota Semarang, Selasa, 5 Maret 2024.

“Kegiatan tersebut memang perlu dilakukan supaya harga-harga terjangkau oleh masyarakat,” Sekretaris Daerah Provinsi Jateng, Sumarno di sela acara pembukaan pasar murah.

Selain bekerja dengan Kodam, lanjut Sumarno, Pemprov Jateng juga mengadakan kegiatan pasar murah di berbagai kabupaten/kota di Jateng. Hal ini untuk menjaga kestabilan harga dan pasokan pangan. Dikatakan dia, upaya-upaya itu tidak bisa dilakukan sendiri, tapi butuh kerja sama berbagai pihak.

“Dengan begitu, harga-harga menjadi stabil dan daya beli masyarakat tetap meningkat, dan ujungnya kesejahteraan masyarakat meningkat,” kata Sumarno.

Diungkapkan Sumarno, pergerakan harga sejumlah komoditas pangan, utamanya beras menjadi penyumbang inflasi terbesar di Jateng pada 2023. Sebab, lanjut dia, walaupun Jateng sebagai salah satu daerah penghasil beras nasional, namun banyak pasokan beras yang justru dikirim ke luar Jateng.

“Mudah- mudahan memasuki April sudah mulai masa panen, sehingga harga di Jateng menjadi lebih stabil,” kata Sumarno.(Advetorial-HS)

Setan Merah Melemah, The Hammers Menguntit

Sosialisasikan Pemenuhan Hak Anak, DP3A Kota Semarang Gelar Pelatihan Konveksi Hak Anak