in

Wakil Ketua DPRD Jateng Minta Masyarakat Waspada Bencana Alam Dampak Musim Hujan

Wakil Ketua DPRD Jateng, Heri Pudyatmoko saat menjadi pembicara utama dalam acara “Pemberdayaan Ormas dalam rangka Penanganan Masalah Sosial Kemasyarakatan” yang diselenggarakan Badan Kesatuan Kebangsaan Politik (Kesbangpol) Jateng di Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang, Jumat (11/3/2022).

HALO SEMARANG – Masyarakat diminta untuk tetap waspada pada ancaman bencana alam saat musim hujan kali ini. Apalagi curah hujan di wilayah Jawa Tengah masih kerap tak menentu. Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPRD Jateng, Heri Pudyatmoko, baru-baru ini.

Dia tak bosan mengimbau dan mengingatkan kepada seluruh masyarakat untuk waspada dan berhati-hati terhadap segala bentuk bencana saat musim hujan, baik banjir, tanah longsor, angin kencang, dan bencana alam lainnya.

“Waspadai adanya potensi bencana alam di wilayah masing-masing. Warga juga diimbau siap siaga dan bergotong royong saling membantu jika itu terjadi kasus kebencanaan,” ungkapnya.

Politisi Partai Gerindra yang biasa disapa Heri Londo tersebut menegaskan, untuk Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga diimbau melaksanakan mitigasi bencana. Apalagi saat ini cuaca masih sangat ekstrem. Pemetaan potensi bencana juga diperlukan, untuk memudahkan antisipasi dan penanganan jika terjadi bencana alam.

“Pemerintah di daerah, baik kabupaten ataupun kota juga perlu melakukan antisipasi dan siaga. Mungkin untuk daerah dengan dataran tinggi, ancaman bencana yang sering terjadi longsor. Diperlukan langkah mitigasi apa yang akan dilakukan untuk meminimalisir dampak kerugian jika terjadi bencana alam. Begitu juga di daerah yang dataran rendah, potensi banjir tentu ada. Maka apa yang harus disiapkan untuk mengantisipasinya,” katanya.

Posko Siaga Darurat

Sementara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengimbau kepada seluruh warga untuk mewaspadai potensi terjadinya bencana, seiring dengan tingginya curah hujan di sejumlah daerah.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah, Bergas Catur Penanggungan mengatakan, pada periode 1-30 Januari 2024 terdapat 47 bencana alam di wilayah Jawa Tengah. Meliputi 34 kejadian cuaca ekstrem, 10 kejadian banjir, dan 3 kejadian tanah longsor.

Sejumlah daerah dengan wilayah rawan longsor terdapat di sekitar Temanggung, Wonosobo, dan Banjarnegara. Selain itu, juga beberapa daerah yang memiliki dataran tinggi dan lapisan tanah yang labil.

Sementara untuk daerah rawan banjir ada di beberapa titik seperti daerah Pantura dan sekitar daerah aliran sungai (DAS), seperti Bengawan Solo dan beberapa DAS lainnya. Terakhir, daerah yang dilanda banjir terpantau di wilayah Pati dan Purworejo.

Dikatakan dia, potensi ancaman bencana alam masih berpotensi terjadi, mengingat kondisi cuaca dan curah hujan yang masih tidak menentu. Sebab, prediksi puncak musim hujan terjadi pada bulan Januari-Februari 2024.

Melihat sifat hujan yang seperti itu, maka kewaspadaan masyarakat harus tetap ditingkatkan. Antisipasi di wilayah-wilayah rawan bencana alam seperti longsor dan banjir harus terus dilakukan.

“Kami harapkan dari masing-masing kabupaten/kota untuk mewaspadai potensi ancaman longsor dan banjir,” kata Bergas di Semarang, Rabu, 31 Januari 2024.

Bergas menambahkan, BPBD di masing-masing kabupaten/kota diharapkan bisa melakukan aktivasi posko siaga darurat. Termasuk kesiapan personel dan satgas yang setiap saat memantau situasi di setiap wilayah dan prakiraan cuaca dari BMKG.

“Siaga darurat itu adalah bagian daripada persiapan daerah untuk menghadapi ancaman yang sudah pasti akan hadir di depan mata,” kata dia.

Para personel diminta diminta untuk terus melakukan pantauan situasi dan perkiraan cuaca dari BMKG. Penjabat Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana dalam beberapa kali kesempatan mewanti-wanti masyarakat terkait kesiapsiagaan bencana.

“Masyarakat dan semua pihak harus terus melihat dan memantau informasi cuaca BMKG sehingga antisipasi bisa dilakukan lebih dini,” katanya beberapa waktu lalu.

Nana juga setiap hari mendapatkan laporan dari Kepala BPBD Provinsi Jawa Tengah terkait pantauan kebencanaan. Laporan tersebut disampaikan setiap 12 jam dan terus diperbarui sesuai dengan kondisi di lapangan.(Advetorial-HS)

Kesampingkan Barcelona, Fokus Penuh bareng The Gunners

Sukirman: Genjot Investasi Demi Pertumbuhan Ekonomi