in

Wakil Ketua DPRD Jateng: Bantuan untuk Korban Banjir Harus Dipastikan Merata dan Tepat Sasaran

Wakil Ketua DPRD Jateng, Heri Pudyatmoko.

HALO SEMARANG – Persoalan bencana alam yang terjadi di beberapa daerah menjadi sorotan Wakil Ketua DPRD Jateng, Heri Pudyatmoko. Menurutnya, perlu peningkatan kesiagaan bencana di beberapa daerah yang rawan kasus bencana alam. Hal ini dikatakannya menanggapi persoalan banjir yang terjadi di wilayah Grobogan, Selasa (6/2/2024).

Menurutnya, pemetaan daerah rawan bencana dan kesiapan penanganan darurat ancaman bencana perlu ditingkatkan di musim hujan ini. Dia juga berharap bantuan untuk korban banjir di Grobogan nanti tepat sasaran dan merata. Dia berharap pemerintah bisa mencukupi kebutuhan para korban banjir.

“Tak hanya di pengungsian saja, bantuan harus merata dan tepat sasaran. Karena banyak sekali warga yang terdampak banjir ini,” tegasnya.

Heri Londo sapaan akrabnya juga mengingatkan tentang terputusnya jalur lalu lintas di Semarang-Grobogan. Hal ini harus dicarikan solusi agar daerah-daerah yang terdampak banjir tak terisolasi, sehingga masyarakat di sana tak kesulitan dalam memenuhi kebutuhan hidup. Kerusakan jalan, diharapkan juga tak memutus pasokan kebutuhan makanan bagi warga.

“Harus dicarikan solusi, karena terputusnya jalur distribusi akan menghambat pengiriman bantuan ke para korban,” paparnya.

Untuk mengatasi masalah banjir yang selama ini mengancam warga di sekitar Kali Tuntang, dia menekankan harus ada solusi jangka panjang dan jangka pendek. Jangkan pendek, mungkin bisa dengan perbaikan tanggul. Untuk jangka panjangnya, mungkin perlu dibangun waduk dan bendungan untuk menampung air di wilayah hulu agar tidak meluap di musim hujan.

“Namun untuk pembangunan waduk, harus melalui tahapan kajian. Yang jelas ini harus segera dipikirkan, agar tak menjadi persoalan tahunan,” tegasnya.

Soal kawasan hulu yang menjadi penyebab banjir di Grobogan, dirinya menilai pemerintah harus lebih serius dalam menata kawasan. “Kalau persoalan ini diserahkan ke pemerintah kabupaten, maka ego sektoral akan muncul. Karena aliran sungai melewati beberapa kabupaten. Maka Pemprov punya kewenangan untuk bisa mengekselerasikanya, bisa mengoordinasi kepentingan, sehingga kepentingan penanganan banjir juga maksimal,” jelasnya

“Kami di DPRD Jateng juga tak bosan memberi peringatan kepada pemerintah daerah untuk menyiapkan mitigasi dan antisipasi banjir dan bencana lainnya. Kami berharap pemerintah daerah untuk betul-betul serius dalam menghadapi ancaman bencana alam seperti banjir. Namun langkah yang bisa dilakukan sekarang, memastikan bantuan tersalurkan dengan tepat kepada para korban. Pastikan masyarakat tak kesulitan mencari bahan pokok di tengah situasi menjadi korban bencana alam ini,” papar politisi Partai Gerindra tersebut.

2.662 Rumah Warga Terdampak

Sementara tanggul jebol yang mengakibatkan banjir di 12 kecamatan di Kabupaten Grobogan mulai ditangani sementara oleh Pemprov Jateng. “Dengan surutnya (banjir-red) ini, untuk menutup air yang masuk ke tanggul yang jebol, menggunakan sandbag. Ini ditutup dengan pasir (perbaikan darurat-red) untuk menutup air,” kata Pj Gubernur Jateng, Nana Sudjana di sela meninjau wilayah daerah banjir di Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, Selasa (6/2/2024).

Adapun untuk penanganan jangka panjang, sambung dia, akan memetakan tanggul-tanggul yang rawan jebol, lalu dilakukan perbaikan. Menurutnya, penanganan Sungai Tuntang tidak hanya untuk satu kabupaten, tetapi beberapa kabupaten, karena merupakan satu rangkaian.

“(Tanggul Sungai Tuntang-red) merupakan rangkaian beberapa kabupaten, mulai dari Rawa Pening, kemudian sampai ke Grobogan, bahkan berdampak pula ke daerah Demak. Makanya kita akan telusuri, dan kita pelajari lagi,” ungkapnya.

Penanganan banjir akibat meluapnya Sungai Tuntang, tandas Nana, perlu kebersamaan antarpemerintah daerah dengan pemerintah pusat.

Nana menyampaikan, meluapnya Sungai Tuntang menyebabkan terendamnya 2.662 rumah warga yang tersebar di 32 desa di 12 kecamatan. Banjir juga merendam 6 unit fasilitas pendidikan, sehingga siswa diliburkan sementara. Bahkan, lahan pertanian yang terendam seluas 58 hektare.

Nana menginformasikan, berbagai bantuan sudah mulai tersalurkan ke korban yang terdampak banjir di Kabupaten Grobogan. Mulai dari makanan anak, makanan siap saji, peralatan evakuasi (tenda, selimut, kasur, penjernih air), mobil cabin dan perahu.

“Saat ini bantuan baik dari Kemensos, Pemprov Jateng, dari Pemkab Grobogan, sudah mulai datang. Dan tadi dapur umum sudah kita tengok. Sudah mulai memasak, semuanya akan diberikan kepada masyarakat-masyarakat yang terdampak,” jelasnya.(Advetorial-HS)

Angka TBC di Jateng Masih Tinggi, Sukirman Minta Pemprov Lebih Tanggap

Perbaikan Selesai, Perjalanan KA di Jalur KA Stasiun Karangjati-Stasiun Gubug Kembali Normal