in

Wakil Bupati Blora Minta Camat dan Kepala Puskesmas Berinovasi

Rapat koordinasi dan evaluasi inovasi OPD, untuk efektivitas pelaksanaan kegiatan, diikuti camat dan kepala puskesmas Se-Kabupaten Blora, di ruang pertemuan Lt. 2 Bappeda Blora, Kamis (12/8). (Foto : Blorakab.go.id)

 

HALO BLORA – Wakil Bupati Blora Tri Yuli Setyowati ST MM meminta para camat dan kepala puskesmas, untuk berinovasi dalam memberikan pelayanan pada masyarakat.

Hal itu disampaikan Tri Yuli Setyowati, ketika memimpin rapat koordinasi dan evaluasi inovasi Organisasi Perangkat Daerah (OPD), untuk efektivitas pelaksanaan kegiatan, yang diikuti para camat dan kepala puskesmas Se-Kabupaten Blora, di ruang pertemuan lanyai dua Bappeda Blora, Kamis (12/8).

Dalam rapat koordinasi kali ini, Wabup Tri Yuli Setyowati, mewakili Bupati H Arief Rohman SIP MSi, kembali menekankan kepada seluruh peserta rapat, untuk melakukan inovasi dalam menghadirkan pelayanan pada masyarakat.

Menurut dia, tujuan akhir dari inovasi tersebut adalah meningkatkan indeks inovasi daerah dan memperoleh insentif daerah yang disiapkan oleh Pemerintah Pusat.

“Jadi begini bapak dan ibu, Pemerintah Pusat telah menyediakan 212 M untuk insentif daerah, dengan catatan seberapa banyak daerah membuat inovasi. Jangan berpikir bahwa inovasi itu sesuatu yang berat. Inovasi itu dari yang sudah biasa bapak atau ibu lakukan, tinggal dikembangkan dan dikreasikan,” kata Wabup, seperti dirilis Blorakab.go.id.

Wabup meminta seluruh Kecamatan dan Puskesmas untuk berlomba-lomba mengembangkan dan melaporkan inovasi yang sudah pernah dibuat ke Bappeda.

“Bapak ibu saya meminta di sela-sela kesibukan, saya minta kita satu mindset satu gagasan memasukkan inovasi kita di Kemendagri. Sudah ada beberapa inovasi yang masuk, seperti Puskesmas Japah dengan 3 inovasi dan Puskesmas Kutukan 2 inovasi. Masih ada waktu sampai akhir Agustus 2021, untuk input datanya. Apabila mengalami kesulitan, jangan ragu-ragu untuk berkonsultasi dengan Bappeda. Bappeda harus siap memberikan pendampingan.” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Bappeda Free Bayu Alamanda, AP MSi mewakili Plt Kepala Bappeda Aunur Rofiq SE MSi, menjelaskan dalam indeks inovasi daerah ada 2 aspek dan 7 variabel yang dijabarkan dalam 36 variabel penilaian inovasi daerah yang menjadi menjadi kewenangan daerah.

“Jadi indeks inovasi daerah ini sebagai bank data daerah, wadah pelaporan, instrumen pengukuran dan indikator penyelenggaraan pemerintah daerah. Kami dari Bappeda mendorong bapak dan ibu, di masa pandemi ini, tidak lagi work as usual. Bappeda siap mendampingi bapak dan ibu merumuskan inovasi yang dibuat, sehingga tahun ini predikat sangat inovatif dapat dipertahankan dan meningkat pula poin penilaiannya” ungkap Free Bayu. (HS-08)

Share This

Tiga Operator Buka Layanan 5G, Menkominfo Minta Aktifkan Ponsel 5G

PT Realfood Winta Asia Beri Bantuan Ratusan Juta Untuk Penanganan Pandemi di Blora