Wakapolri Pastikan Indonesia Dapat 290 Juta Vaksin Dari China dan Uni Emirat Arab

Wakapolri Komjen Pol Gatot Edi Pramono saat kunjungan kerja di Mapolda Jateng, di Semarang, Kamis (27/8/2020).

 

HALO SEMARANG – Wakapolri, Komjen Pol Gatot Edi Pramono menyatakan, bahwa Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) telah mendapatkan vaksin virus Corona.

Menurutnya, pemerintah Indonesia diwakili oleh Ketua KPCPEN, Erick Tohir dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi sudah mengamankan jatah 290 juta vaksin Covid-19 dari China dan Uni Emirat Arab (UEA).

Di mana, Indonesia akan mendapat pasokan vaksin Covid-19 dari dua negara tersebut sampai akhir 2021.

“Terkait vaksin, pada 19 sampai 23 Agustus 2020, Pak Erick Tohir selaku Ketua Pemulihan Ekonomi Nasional bersama Ibu Menlu Retno Marsudi ke China dan UEA. Insya-allah kita sudah mendapatkan 290 juta vaksin sampai akhir 2021,” kata Wakapolri yang juga sebagai Wakil Ketua II KPCPEN saat kunjungan kerja di Mapolda Jateng, di Semarang, Kamis (27/8/2020).

Gatot mengatakan kepastian vaksin untuk Indonesia diyakini bakal memulihkan ekonomi Tanah Air yang tengah terpuruk akibat Covid-19.

Karena menurutnya, vaksin bakal memulihkan kesehatan masyarakat Indonesia dari wabah corona.

“Kalau sudah dapat vaksin itu, kesehatan akan pulih dan ekonomi Indonesia akan bangkit,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut Wakapolri Komjen Pol Gatot Edi Pramono mengancam bakal mencopot jabatan Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan, Kepala RS Bhayankara, dan Kepala Biro SDM Polri apabila mereka diketahui lalai dalam memastikan keselamatan anggota Polisi dari Covid-19.

Gatot mengaku sudah memerintahkan jajaran kepolisian se-Indonesia untuk tidak lalai memperhatikan kesehatan seluruh personel Polri.

“Kalau ada yang meninggal karena Covid-19, saya evaluasi. Pertama Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Kabid Dokes), kedua Kepala RS Bhayangkara, dan ke tiga Kepala Biro SDM Polri,” ujarnya.

Gatot berjanji bakal mencopot mereka dari jabatan apabila mereka diketahui lalai dalam memastikan keselamatan Anggota Polisi dari Covid-19.

“Kalau lalai, evaluasi yang bersangkutan. Di internal kita, kita harus zero anggota kita meninggal dunia karena Covid-19. Kalau terjadi dan lalai, tiga posisi itu akan kami ganti,” ungkap Gatot.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.