Wakapolri Ikut Kampanyekan Penggunaan Masker untuk Memutus Mata Rantai Penyebaran Covid-19

Wakapolri, Komjen Pol Gatot Eddy Pramono saat memberikan keterangan pers dalam acara pembagian 10 ribu masker kepada masyarakat Jateng di Mapolda Jawa Tengah, Kamis siang (27/8/2020).

 

HALO SEMARANG – Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri), Komjen Pol Gatot Eddy Pramono mengajak seluruh masyarakat Jawa Tengah untuk menggunakan masker, serta menerapkan protokol kesehatan guna mencegah dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Menurutnya, penggunaan masker sesuai protokol kesehatan bakal mampu mengantisipasi penyebaran Covid-19. Dengan demikian jika kesehatan masyarakat terjamin, dipastikan ekonomi bakal pulih.

“Jika hanya dengan kebijakan lockdown saja maka ekonomi akan terganggu. Namun dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan, salah satunya dengan penggunaan masker saat bepergian maka akan memutus mata rantai penyebaran corona. Secara berangsur ekonomi kita juga akan membaik. Kesehatan pulih maka ekonomi kita akan bangkit,” ujarnya saat acara pembagian 10 ribu masker kepada masyarakat Jateng di Mapolda Jawa Tengah, Kamis siang (27/8/2020).

Dalam kesempatan tersebut, Wakapolri secara simbolis menyerahkan 2.500 masker kepada perwakilan masyarakat Jawa Tengah dari berbagai elemen.

Wakapolri yang juga sebagai Wakil Ketua Pelaksana II Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), mengimbau masyarakat untuk tetap mematuhi anjuran dengan sering mencuci tangan, menjaga jarak, dan menggunakan masker.

“Saat kita gunakan masker maka kita telah menyalamatkan diri sendiri dan juga orang lain. Tidak bisa yang bekerja hanya TNI/Polri atau pemerintah daerah saja. namun semua komponen masyarakat harus bekerja sama,” ujarnya.

Terpisah, nggota Komisi E DPRD Jawa Tengah, Yudi Indras Wiendarto mengatakan, sosialisasi terkait protokol kesehatan Covid-19 harus lebih massif di era new normal.

Langkah tersebut menurutnya, agar kebiasaan baru seperti rajin cuci tangan, pakai masker, bisa dilaksanakan secara disiplin oleh masyarakat.

“Masyarakat harusnya sadar untuk protokol kesehatan. Tapi kenyataannya ada masyarakat yang belum memahami akan pentingnya penerapan protokol kesehatan,” ujarnya.

Yudi menambahkan, sosialisasi penerapan protokol kesehatan Covid-19 harus melibatkan seluruh elemen masyarakat.

“Sosialisasi pentingnya mencuci tangan, menjaga jarak dan menggunakan masker (3M) harus dilakukan seluruh elemen masyarakat sehingga diharapkan kebiasaan baru bisa dipahami oleh masyarakat,” katanya.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.