Wagub Taj Yasin : Kebutuhan Pengungsi Merapi Terpenuhi

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, mendampingi Kepala BNPB Doni Monardo, serta Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida, saat berkunjung ke posko pengungsian beberapa waktu lalu (Foto : jatengprov.go.id)

 

HALO MAGELANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, menegaskan warga terdampak bencana Gunung Merapi yang berada di posko pengungsian di Kabupaten Magelang, Boyolali, dan Klaten, sudah aman dan nyaman.

Selain menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19, posko pengungsian juga sudah memenuhi standar keselamatan, keamanan, dan kenyamanan.

Penegasan itu disampaikan saat mendampingi Kepala BNPB Doni Monardo dan Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida, berkunjung ke posko pengungsian Desa Tlogolele Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali dan posko pengungsian Desa Deyangan Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, beberapa waktu lalu, seperti dipublikasikan Jatengprov.go.id.

Menurut Wagub, seluruh warga terdampak erupsi Gunung Merapi di tiga kabupaten di Jateng sudah evakuasi dan ditangani dengan baik di posko pengungsian.

Warga pun diminta tidak panik dan mengkhawatirkan harta benda, terutama hewan ternak. Karena para relawan tidak hanya hanya melindungi warga terdampak erupsi Merapi, tapi juga menyelamatkan hewan ternak.

“Kalau sudah diinstruksikan untuk mengungsi, maka warga jangan nekat bertahan. Untuk masalah hewan ternak sudah ada tim yang mengevakuasi. Pemprov sudah memberikan kebutuhan logistik dan kebutuhan lainnya. Pemprov dan pemkab bekerja sama sehingga warga di lokasi pengungsian dapat istirahat dengan tenang dan menikmati makanan sesuai selera,” katanya.

Pria yang akrab disapa Gus Yasin ini juga meminta para pegiat sosial atau donatur tidak datang ke lokasi pengungsian, untuk bertemu dan menyerahkan bantuan langsung kepada warga terdampak bencana Gunung Merapi.

“Para pegiat sosial, para donatur atau adik-adik mahasiswa yang saat ini mengumpulkan dana atau sumbangan, tolong dititipkan ke kecamatan, jangan langsung masuk ke pengungsian. Itu berbahaya karena berpotensi terjadi penularan Covid-19,” tandasnya. (HS-08)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.