in

Wadahi Promosi Produk Unggulan, Dinbudpar Akan Gelar Festival Desa Wisata

Rapat koordinasi membahas persiapan Festival Desa Wisata, di bioskop mini kompleks museum RA Kartini, baru-baru ini. (Foto : rembangkab.go.id)

 

HALO REMBANG – Dinbudpar Rembang akan menggelar Festival Desa Wisata tingkat provinsi, September mendatang. Kegiatan ini memberi kesempatan bagi desa wisata di Rembang, untuk mempromosikan produk atau hasil karyanya, kepada publik di wilayah Pati, Kudus, Jepara, Rembang, Blora, Demak (Pakudjembara).

Hal itu disampaikan Plt Kabid Destinasi Wisata Agung Ratih Kusumawardani, Jumat (5/8/2022).

Menurut dia, Kabupaten Rembang menyimpan banyak potensi pariwisata, yang bisa menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Karena itu Pemkab selalu berupaya mendukung pengembangan potensi dan sumber daya wisata di setiap desa, salah satunya adalah dengan mengadakan Festival Desa Wisata.

Dinbudpar juga telah mengundang perwakilan desa wisata, dalam rapat koordinasi Kamis (4/8/2022) di bioskop mini kompleks museum RA Kartini.

Lebih lanjut Agung Ratih Kusumawardani, mengatakan festival ini, selain sebagai ajang silaturahmi, juga dimaksudkan mewadahi desa wisata agar dapat mempromosikan produk mereka.

Ratih menambahkan ada 28 desa wisata yang telah ditetapkan dengan Surat Keputusan (SK) Bupati Rembang. Mereka akan mengikuti festival, dengan biaya dari anggaran Pemerintah Provinsi. Nantinya semua peserta, akan dipilih 7 desa wisata untuk mewakili Rembang di event fastival Desa Wisata tingkat Jateng tahun 2023 dan  gelar desa Wisata tingkat Jawa Tengah pada Oktober 2022.

“Kami harapkan ke 28 desa wisata yang sudah ber SK Bupati ikut, karena breakdown dari provinsi syaratnya yang memiliki SK Bupati,” kata Ratih, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Dinbudpar itu, seperti dirilis rembangkab.go.id.

Dalam pelaksanaan, rencananya pihaknya juga akan mengundang Kabupaten tetangga untuk mengikuti festival tersebut.

Terkait penilaian, Subkoordinator Pengembangan SDM Pariwisata, Ninik Sukmasari menyebut ada empat Kategori yg dilombakan. Di antaranya penilaian stand atau booth pameran, apresiasi seni dan yel- yel, produk dan inovasi unggulan serta pengelolaan desa wisata, termasuk like dan subscribe untuk menentukan juara.

“Contoh riil pengelolaan desa wisata ini, adalah adanya AD/ ART, adanya pengelolaan administrasi dan buku tamu yang baik dan benar, serta ada rencana kegiatan dalam satu tahu kalender satu tahun, ” kata dia. (HS-08)

Enam Warisan Budaya Dunia Dipamerkan di Museum Dolan Klaten

Prakiraan Cuaca Semarang dan Sekitarnya, Sabtu (6/8/2022)