in

Wacanakan Buat Jalur Penyelamat Darurat di Turunan Sigar Bencah

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi.

 

HALO SEMARANG – Kecelakaan maut yang menyebabkan empat orang meninggal dunia di Sigar Bencah, Kecamatan Tembalang, membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang bergerak cepat memasang rambu tambahan dan peredam kejut. Selain itu juga muncul wacana membangun jalur darurat agar kecelakaan serupa tidak terulang kembali.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan jika pembuatan jalur penyelamat bisa dibilang urgent dan perlu dilakukan. Namun tidak bisa dilakukan dalam waktu dekat karena butuh perencanaan dan anggaran yang besar.

“Sebenarnya urgent, namun perlu waktu karena ada perencanaan dan anggaran yang harus dikeluarkan. Mungkin tahun depan bisa dianggarkan, apalagi memerlukan lahan,” katanya, Senin (13/9/2021).

Pria yang akrab disapa Hendi ini menerangkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Polrestabes Semarang, Satlantas, dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang untuk membuat rambu tambahan. Hal itu melihat jalur Sigar Bencah cukup ekstrem.

“Rute ini jalurnya cukup ekstrem, nanti Dishub akan memasang rambu-rambu, misalnya lampu kuning tanda hati-hati, peredam kejut dan imbauan untuk memindah ke gigi rendah, sehingga beban rem bisa berkurang ketika melintas disana,” ucapnya.

Untuk membangun jalur penyelamat, kata dia, belum diketahui lahan yang ada di pinggir jalan Sigar Bencah ini milik pemkot, swasta ataupun perorangan. Namun jika lahan yang ada milik Ppemkot maka pembangunan jalur penyelamat bisa dilakukan lebih cepat.

“Kalau milik swasta atapun perorangan kan ada pembebasan lahan dan lainnya, memang urgent. Namun kalau penambahan rambu Dishub sudah ada anggarannya tinggal memindah titiknya saja,” jelasnya.

Disinggung terkait kebijakan truk bermuatan dilarang melintas di Sigar Bencah, Hendi mengaku jika wacana tersebut sebenarnya pernah diusulkan. Namun melihat belum ada jalur lain yang lebih efisien dan mempertimbangkan tentang traffic dan esensi ekonomi, wacana tersebut urung dilakukan.

Sementara Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang, Endro Martanto mengatakan, jalan Imam Soeparto/Sigar Bencah merupakan salah satu jalur alternatif kendaraan sebagai penghubung wilayah Meteseh, Kedungmundu, Sendangmulyo dengan wilayah Ungaran, Pudakpayung dan Banyumanik. Jika dilihat dari kondisi jalan memiliki geometris jalan yang curam.

“Agar tidak ada kejadian kecelakaan serupa, nanti akan ditempatkan rambu peringatan tambahan yang ditempatkan berjarak 100 meter sebelum turunan Sigar Bencah. Tepatnya di seberang Kantor Koramil Tembalang,” jelasnya.(HS)

Share This

Sebagai Wujud Kepedulian Lingkungan, PT PII Salurkan CSR Pemberdayaan Ekonomi Kreatif Urban Farming

Atraksi Semarang Bridge Fountain Dihidupkan Lagi Dua Kali Sepekan, Disambut Antusias Warga