in

Wabup Semarang Sebut Sebutir Telur Tiap Hari Bisa Atasi Stunting

Wabup Semarang, H Basari menghadiri rakor penanganan kemiskinan ekstrem, melalui pengembangan usaha ekonomi desa, di Balai Desa Jetis, Bandungan, Rabu (24/1/2024). (Foto : semarangkab.go.id)

 

HALO SEMARANG – Wakil Bupati (Wabup) Semarang, H Basari mengajak warga yang mampu, untuk ikut menangani kasus stunting.

Mereka hanya perlu menyisihkan uang Rp 2 ribu, atau setara harga satu butir telur unggas perhari, untuk nantinya disumbangkan kepada warga yang masuk dalam golongan miskin ekstrem.

Hal itu disampaikan Wabup Semarang, H Basari, ketika membuka rakor penanganan kemiskinan ekstrem, melalui pengembangan usaha ekonomi desa, di Balai Desa Jetis, Bandungan, Rabu (24/1/2024).

“Jika setiap warga yang mampu itu membantu Rp 60 ribu per bulan untuk beli telur dan dibagikan ke penyandang gizi buruk, maka persoalan bisa segera diatasi,” kata dia, seperti dirilis semarangkab.go.id.

Di hadapan 208 kepala desa yang menghadiri rakor, Wabup Semarang menegaskan bahwa kemiskinan ekstrem dapat memunculkan kasus tengkes atau stunting.

Dia pun kemudian menjelaskan, bahwa warga yang masuk dalam kelompok miskin ekstrem, bisa jadi tidak mampu memenuhi kebutuhan gizi minimal anggota keluarga terutama anak-anak. Hal itulah yang menyebabkan kebutuhan gizi mereka tak terpenuhi, sehingga muncul stunting.

Maka dari itu, penanganannya pun harus dilakukan secara bersama-sama oleh semua pihak yang terkait. Termasuk pemerintah desa dan melibatkan badan usaha milik desa (BUMDes).

Sementara itu Bupati Semarang, H Ngesti Nugraha, dalam sambutan tertulis yang dibacakan Wabup juga mengimbau BUMDes dapat memberdayakan ekonomi lokal untuk mengatasi kemiskinan ekstrem di desa.

Salah satu caranya dengan membantu masyarakat mengakses pembiayaan usaha ekonomi produktif yang mereka lakukan.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan dan Riset Daerah (Baperinda) Kabupaten Semarang, Muslih yang menjadi salah satu narasumber menjelaskan berdasarkan Data Kemenko PMK, saat ini tercatat 94.953 warga miskin ekstrem.

Pihaknya telah menyerahkan data by name by addres itu kepada para kepala desa, untuk mendapatkan intervensi penanganan.

Berdasarkan kesepakatan antara Dispermasdes dan Dinsos, setiap desa diperintahkan mengalokasikan dana Rp60 juta hingga Rp 80 juta dari Dana Desa untuk intervensi kemiskinan ekstrem.

“Sehingga ditargetkan pada tahun 2024 dan dinilai pada awal tahun 2025, Kabupaten Semarang bisa zero kemiskinan ekstrem,” kata dia.

Pada kesempatan itu pula Wakil Bupati H Basari mewakili Bupati Semarang menyerahkan SK Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tentang pemberian izin usaha kepada PT Lembaga Keuangan Mikro “Permata” Tuntang. LKM itu nantinya akan memusatkan perhatian pada pemberian pinjaman modal bagi pelaku usaha mikro dan kecil.

Direktur Utama PT LKM “Permata”, Muhammad Salman Khalimi menjelaskan sesuai regulasi yang ada pihaknya dapat memberikan pinjaman dana secara perorangan.

“Prioritas utama kepada pelaku usaha mikro dengan bunga rendah 1,2 persen flat. Itu lebih rendah dari lembaga keuangan setempat,” terangnya. (HS-08)

Terima Kunker Spesifik Komisi II DPR RI: Wabup Grobogan Tekankan Pentingnya Nilai-Nilai Demokrasi

Satpol PP dan Damkar Kabupaten Semarang Buka Posko Terpadu Siaga 24 Jam di Bawen