in

Wabup Purworejo Ajak Masyarakat Perkokoh Nilai Kebangsaan

Wabup Purworejo Yuli Hastuti bersama Wakil Ketua Badan Pertimbangan MPR, Ir Panggah Susanto MM, meninjau Program Pemanfaatan Pekarangan Lestari, di Desa Sedayu, Kecamatan Loano. (Foto : Purworejokab.go.id)

 

HALO PURWOREJO – Wabup Purworejo Yuli Hastuti, mengajak masyarakat untuk memperkokoh nilai-nilai kebangsaan melalui empat pilar kebangsaan yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Ajakan tersebut dia sampaikan ketika menghadiri kegiatan sosialisasi empat pilar kebangsaan, oleh Wakil Ketua Badan Pertimbangan MPR, Ir Panggah Susanto MM. Selain sosialisasi, kegiatan tersebut juga dalam rangka tugasnya sebagai anggota Komisi IV DPR RI Dapil Jateng VI, untuk menyerap aspirasi masyarakat.

Dalam kegiatan yang dipusatkan di Dusun Wonosari, Desa Sedayu, Kecamatan Loano tersebut, turut dihadiri Wakil Bupati Purworejo Hj Yuli Hastuti SH, Wakil Ketua DPRD Kelik Susilo Ardani SE MIP, Forkopimcam Loano, para kepala desa sekitar dan para ketua kelompok tani dan perwakilan masyarakat.

Lebih lanjut Wabup Yuli Hastuti mengatakan saat ini bangsa Indonesia tengah berada dalam kondisi ekonomi dan politik global yang tidak menentu.

Pandemi Coronavirus Disease (Covid-19) telah mengancam segala aspek kehidupan masyarakat, dan menjadi permasalahan multidimensi yang harus diselesaikan oleh pemerintah.

“Sudah seharusnya dalam kondisi ini, kita memperkokoh nilai-nilai kebangsaan melalui empat pilar kebangsaan yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika,” kata dia.

Menurutnya segenap komponen bangsa harus senantiasa menggelorakan rasa, semangat, dan paham kebangsaan, sebagai suatu terapi ideologis, bagi upaya pembentukan tekad, sikap dan tindakan untuk menjamin tetap tegak dan lestarinya NKRI.

Selain sebagai ideologi dan pandangan hidup Bangsa Indonesia, Pancasila juga menjadi sumber dari segala sumber hukum.

“Hal itu mengamanatkan bahwa Pancasila adalah inti terdalam yang menjadi sumber penyusunan semua produk hukum. Sehingga semua peraturan perundang-undangan harus selaras, tunduk, dan tidak boleh bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila,” tandas Yuli Hastuti.

Dikatakan Wabup,  kegiatan tersebut  selain bertujuan membekali masyarakat akan pentingnya pengetahuan dasar negara dan ideologi, namun juga memberikan stimulan ekonomi melalui bantuan dan program pemberdayaan.

“Dengan adanya kegiatan ini, kita akan semakin memahami kedudukan Pancasila sebagai sumber segala sumber hukum. Sehingga semua produk hukum yang kita hasilkan tidak menyimpang apalagi bertentangan dengan Pancasila,” harapnya.

Sementara Ir Panggah Susanto MM, menjelaskan sosialisasi empat pilar kebangsaan adalah program pemerintah yang cukup penting, karena berperan membangun kesadaran setiap warga negara, untuk berbangsa dan memegang teguh ideologi negara.

“Sebagai wakil rakyat juga tidak boleh luput untuk mengedepankan aspirasi masyarakat,” ungkapnya.

Selain acara sosialisasi empat pilar, dilaksanakan beberapa kegiatan lainya di antaranya peninjauan Program Pemanfaatan Pekarangan Lestari (P2L). Dikatakan bahwa program ini bertujuan agar masyarakat mampu memanfaatkan lahan yang kosong menjadi lahan tanam yang konsumtif bahkan bernilai ekonomi.

“Tadi ada yang mengusulkan agar Desa Sedayu dijadikan sentra ternak kambing jawa randu, lalu ada juga potensi tanaman panili. Informasi seperti demikian ini akan kami komunikasikan dengan pemerintah supaya programnya sesuai dengan kondisi lapangan dan kebutuhan masyarakat,” ungkapnya.

Panggah Susanto menambahkan, dirinya juga sedang mengupayakan bantuan bagi para nelayan di Kabupaten Purworejo. Bantuan di antaranya berwujud kapal, jaring, dan peralatan lainya akan diupayakan untuk memberikan stimulan pada nelayan. (HS-08)

Share This

Pembuat Miniatur Kincir Air di Objek Wisata Plumpung Blora, Sepekan Buka Lapak, Pembeli Berdatangan

Festival Keterampilan Pramuka Inovatif Jateng Jadi Hadiah Bagi Pramuka SDN Karangturi Banyumas