in

Wabup Minta Bappeda Blora Segera Kirimkan Program Prioritas Pembangunan

Jajaran Pemkab Blora mengikuti Musrenbang Perubahan RPJMD Tahun 2018-2023 dan Musrenbang RKPD 2022 tingkat Provinsi Jawa Tengah, Rabu (14/4) secara daring, dari Ruang Pertemuan Lantai II Bappeda Blora. (Foto : Blorakab.go.id)

 

HALO BLORA – Wakil Bupati Tri Yuli Setyowati ST MM, memerintahkan Bappeda Blora, untuk segera mengirimkan usulan-usulan program prioritas kegiatan dan pembangunan Blora, ke Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Hal itu disampaikan Wakil Bupati, ketika mewakili Bupati Blora H Arief Rohman SIP MSi, mengikuti Musrenbang Perubahan RPJMD Tahun 2018-2023 dan Musrenbang RKPD 2022 tingkat Provinsi Jawa Tengah, Rabu (14/4) secara daring, dari Ruang Pertemuan Lantai II Bappeda Blora.

“Mewakili Bupati Blora, saya minta Bappeda untuk segera mengisi dan mengirimkan prioritas usulan-usulan program kegiatan dan pembangunan kita ke Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Jangan sampai terlambat. Syukur Alhamdulillah, pembangunan infrastruktur jalan Cepu-Purwodadi sudah masuk dalam prioritas pembangunan provinsi di tahun 2022,” kata Wakil Bupati, seperti dirilis Blorakab.go.id.

Untuk diketahui, Musrenbang diselenggarakan secara hibrida, dipimpin Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH MIP, dari Gradhika Bhakti Praja.

Musrenbang diawali laporan dari Laporan Ketua Penyelenggara, Plt  Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah dan dilanjutkan dengan penyerahan Penghargaan Pembangunan Daerah 2021.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah dalam sambutan pengarahannya memaparkan beberapa isu strategis dalam perubahan RPJMD 2018-2023 dan RKPD 2022 dan berpesan kepada seluruh peserta bahwa sinergi antardaerah adalah hal mutlak.

“Sesuai yang dilaporkan Pak Sekda tadi bahwa pencapaian provinsi merupakan agregat pencapaian kabupaten dan kota. Untuk itu dibutuhkan sinergi pemerintah kabupaten dan kota, dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, dalam menangani segala permasalahan yang ada. Salah satunya dengan membangun kerja sama antardaerah secara komprehensif. Kerja sama antardaerah dengan ruang lingkup dan karakteristik yang hampir sama,” kata Ganjar.

Menurut dia, merencanakan pembangunan perlu memperhatikan beberapa hal, salah satunya menyelamatkan difabel, perempuan, dan anak-anak apabila terjadi bencana.

“Hal itu karena Jawa Tengah merupakan ‘Supermarket Bencana’. Sinkronisasi serta sinergi penanganan juga perlu dukungan kabupaten dan kota,” kata Ganjar.

Musrenbang dilanjutkan dengan mendengar paparan serta pengarahan dari Menteri Dalam Negeri, yang diwakili Kepala Litbang Dr Dra A Fathoni MSi, Sesmenko Perekonomian Susiwijono mewakili Menko Perekonomian, Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah, serta Ketua Bappenas. (HS-08).

Share This

DLH Minta Dampak Kebocoran Pipa Minyak Mentah di Sambong Segera Diatasi

Bupati dan DPRD Blora Tandatangani Nota Kesepakatan Rancangan Awal RPJMD 2021-2026