in

Wabup Karanganyar Minta Petani Tambah Ilmu Pertanian Organik

Wakil Bupati Karanganyar, Rober Cristanto memberikan semangat kepada para petani dan penyuluh dalam kegiatan Training of Trainer di Desa Karangbangun, Jumapolo. (Foto : Karanganyarkab.go.id)

 

HALO KARANGANYAR – Wakil Bupati Karanganyar, Rober Christanto mengimbau para petani, untuk menambah ilmu pertanian dengan sistem organik. Dia berharap pertanian dengan sistem ini, akan menghasilkan produk unggulkan, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan para petani.

Imbauan itu disampaikan Wakil Bupati Karanganyar, Rober Christanto, ketika menghadiri Training of Trainer Sekolah Lapang Pertanian Modern Sistem Organik, yang digelar Pemkab Karanganyar, di Desa Karangbangun, Jumapolo Rabu (13/10).

Kegiatan yang didukung Bank Indonesia, Komisi XI DPR RI, dan Asosiasi Bank Benih dan Teknologi Tani Indonesia (AB2TI) Cabang Karanganyar ini, untuk pengembangan Sumber Daya Manusia petani, kelompok tani, dan penyuluh pertanian di Jumantono, Jatipuro, Jumapolo dan Jatiyoso.

Kegiatan ini juga untuk mencerdaskan para penyuluh pertanian dan kelompok tani, agar pola pikir dalam pembina petani lebih luas.

Lebih lanjut Rober memaparkan, kerja penyuluh saat ini bisa dikatakan masih konvensional. Karena itu dia meminta agar petugas lapangan berinovasi. Mereka tidak sekadar duduk dan bertanya pada petani akan menanam benih apa, berapa luasan, pakai pupuk apa.

“Namun, harus ada analisa untuk pertanian dan bagaimana hasilnya. Kita juga harus mulai mengurangi pupuk kimia,” kata dia, seperti dirilis Karangnyarkab.go.id.

Ketua Asosiasi Bank Benih dan Teknologi Tani Indonesia (AB2TI) Cabang Karanganyar, Suwignyo mengatakan dengan pertanian organik, diperoleh produk berkualitas tinggi.

“Dengan sistem organik, diharapkan dapat membuat tanaman mempunyai kualitas tinggi. Sehat untuk manusianya dan sehat juga untuk tanamannya,” kata Suwignyo.

Menurutnya, di Jumapolo ini merupakan putaran ketiga atau terakhir. Sebelumnya ada di Matesih dan Tasikmadu. Di Sekolah Lapang ini diajarkan berbagai hal mengenai sistem organik. Salahnya adalah membuat pupuk yang aman dan tidak merusak lingkungan.

Sementara Wakil Ketua Komisi XI, DPR RI Dolfie mengatakan dalam Training of Trainer ada sistem yang lebih baik petani. Kebijakan hulu dan hilir saling menyambung sehingga dapat mensejahterakaan petani.

Kebijakan soal pupuk misalnya, menurutnya Pupuk bisa tepat sasaran dan dinikmati petani. Kemudian menggunakan alat alat modern untuk efisiensi produksi dan hasil maksimal.

Dari sisi hilir tata niaga beras diatur yang baik sehingga pada saat panen harga tidak jatuh. “Petani lebih sejahtera dengan hasil yang maksimal ” ungkapnya. (HS-08)

Share This

Bupati Apresiasi Kepedulian Warga Perantauan Asal Blora pada YPAC Budi Mulyo

Prakiraan Cuaca Semarang Dan Sekitarnya, Kamis (14/10/2021)