in

Wabup Demak : Mari Bulatkan Tekad agar Sungai Tak Lagi Jadi Bahan Olok-olok

ASN, TNI, Polri dan guru mengikuti kegiatan resik-resik di Taman Kali Tuntang. (Foto : jatengprov.go.id)

 

HALO DEMAK – Wabup Demak Joko Sutanto mengajak jajarannya dan masyarakat, untuk menjaga kebersihan sungai, agar tak lagi menjadi bahan olok-olok.

Dia mengatakan Taman Kali Tuntang berada di depan pusat pemerintahan. Karena itulah lokasi ini selalu mendapat perhatian publik.

“Apalagi bila ada kunjungan dari luar kota. Sehingga perlu terus berkelanjutan dilaksanakan kegiatan kebersihan ini. Tidak saja pada event-event tertentu, namun sesering mungkin untuk menciptakan keindahan dan kebersihan,” terang seperti dirilis Jatengprov.go.id, Sabtu (28/11).

Di Taman Kali Tuntang tersebut, sehari sebelumnya juga digelar kegiatan resik-resik, melibatkan ratusan personel gabungan dari ASN, TNI, Polri dan guru.

Kegiatan untuk menjaga kebersihan lingkungan di taman sepanjang Kali Tuntang tersebut, merupakan bagian dari rangkaian keguatan HUT Ke-49 Korp Pegawai Republik Indonesia (Korpri).

Wabup berharap, dengan adanya seluruh personel gabungan ASN, TNI, dan Polri yang bekerja bakti, dapat menggugah kesadaran masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan utamanya kebersihan sungai.

“Mari kita bulatkan tekad agar sungai di Kabupaten Demak tidak lagi menjadi bahan olok-olokan namun menjadi kebanggaan kita semua,” kata Joko.

Ditambahkan, sebelum adanya pandemi, Taman Kali Tuntang menjadi taman hiburan masyarakat karena keelokan dan kebersihan taman maupun sungainya. Bahkan setiap Sabtu malam digelar acara musik akustik yang menarik minat masyarakat.

Namun, selama adanya pandemi Covid-19, kawasan Taman Kali Tuntang tertutup untuk publik, sehingga terkesan kurang bersih dan kurang terawat.

“Banyak terlihat sampah di sudut taman dan ranting yang tumbuh memanjang tak beraturan,” terang wabup.

Peserta kerja bakti dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Demak Eko mengatakan, dirinya sangat mendukung dengan adanya gerakan resik-resik Tuntang. Memang selama pandemi, Kali Tuntang tertutup untuk beragam kegiatan yang mendatangkan kerumunan orang. Namun, bukan berarti harus dibiarkan begitu saja taman dan sungainya.

“Lingkungan tetap harus dijaga dan dibersihkan dengan kerja bakti secara kontinyu, sehingga tetap terlihat bersih dan nyaman, terlebih karena letaknya di depan pusat pemerintahan,” ungkapnya. (HS-08)

Share This

Tinjau Lokasi Pembangunan Pusat Perbenihan, Presiden : Kita Akan Kembangkan Green Economy

Hari Pemungutan Suara Pilkada Serentak Libur Nasional