in

Wabup Blora Berharap Banyak UMKM Manfaatkan IT untuk Majukan Usaha

Wakil Bupati Blora Tri Yuli Setyowati ST MM (Foto : Blorakab.go.id)

 

HALO BLORA – Wakil Bupati Blora Tri Yuli Setyowati ST MM berharap agar para pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Kabupaten Blora dapat memanfaatkan teknologi, untuk memajukan usaha mereka.

“Sehingga para pelaku UMKM di Blora ini bisa melek teknologi dan usaha mereka mampu tumbuh,” kata Wakil Bupati, seperti dirilis Blorakab.go.id .

Hal itu diungkapkan Wakil Bupati Blora Tri Yuli Setyowati ST MM, beberapa waktu lalu dalam pelatihan Digital Entrepreneurship Academy (DEA), di Same Hotel Cepu.

Pelatihan tersebut diselenggarakan Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia Dan Penelitian Komunikasi dan Informatika (BPSDMP Kominfo) Yogyakarta, bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Blora.

Acara diselenggarakan terbagi dua kelas di ruang pertemuan Same Hotel Cepu dengan diikuti 125 peserta dari pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) se Blora.

Hadir pada acara tersebut, Plt Kepala BPSDMP Kominfo Yogyakarta, Suwarto SH MPA, Kepala Dinkominfo Blora Pratikto Nugroho S Sos MM dan Plt Kepala Dindagkop UKM Blora, Luluk Kusuma Agung Ariyadi S STP MA.

Wabup berharap, agar pelatihan ini mampu mendorong para pelaku UMKM bisa memanfaatkan peluang teknologi dalam memajukan bisnis dan berusaha.

“Hal ini manfaatnya memang kami rasakan, terutama saudara-saudara saya yang ada di UMKM, termasuk skema pegelolaan keuangan digital ini sangat penting. Saya juga berkeinginan agar semakin banyak pelaku UMKM mendapatkan pelatihan terkait digitalisasi,” terangnya.

Saat ini di Blora terdapat 13 ribu UMKM. Tahun ini, Kabupaten Blora mendapatkan kuota 5.000 UMKM, untuk mendapatkan pelatihan DEA.

“Pada tahun 2022 ada kuota 200 ribu se Indonesia, dan kami sudah kebagian 5 ribu. Semoga ini bisa terjalin terus dan harapan nanti di tahun 2023, Blora bisa nambah jadi 10 ribu,” terangnya.

Ketika menyampaikan paparan bertajuk “Skema Pengelolaan Keuangan Digital” Kabupaten Blora, Tri Yuli Setyowati juga mengemukakah beragam potensi daerah. Beberapa di antaranya kerajinan jati di Jiken dan Jepon Selain itu juga minyak dan gas di Cepu, Jepon, Kradenan, Sambong, Kedungtuban, Jiken, dan Randublatung.

Potensi lain adalah persawahan padi di Cepu, Kradenan dan Kedungtuban; jagung di Randublatung, Jati, Jiken dan Sambong; Sayuran di Banjarejo; Bawang merah di Bogorejo dan Todanan; serta Tembakau di Banjarejo, Ngawen dan Blora.

Selain itu juga pertanian cabai di Jepon, Ngawen dan Tunjungan; tebu di Kunduran dan Todanan; serta buah-buahan di Tunjungan, Todanan, Japah dan Bogorejo.

“Data populasi ternak Kabupaten Blora terbesar di Jawa Tengah dan nomor dua tingkat nasional. Tahun 2020 sebanyak 267.103 dan tahun 2021 sebanyak 275.741,” jelasnya.

Sementara itu, data kemiskinan di Kabupaten Blora terhadap nasional, Provinsi Jawa Tengah dan Kabupaten lain di Jawa Tengah juga dijelaskan oleh Wakil Bupati Blora.

“Oleh karena itu, sebagaimana visi misi, Sesarengan Mbangun Blora yang Unggul dan Berdaya Saing, maka Out Come Program DEA adalah meningkatnya pengetahuan dan keterampilan peserta, untuk memanfaatkan atau mengoptimalkan TIK dalam mengelola bisnis atau usahanya.” jelasnya.

Selain itu juga meningkatnya pengetahuan dan keterampilan peserta, dalam memanfaatkan atau mengoptimalkan media online, sebagai media pemasaran. Terdorongnya ekonomi digital Indonesia, dalam rangka mendukung transformasi digital revolusi industri 4.0.

Plt Kepala BPSDMP Kominfo Yogyakarta, Suwarto SH MPA, menyampaikan Program Digital Talent Scholarship (DTS) tahun 2022, didesain untuk menciptakan ekosistem seimbang, dalam memaksimalkan peran pemerintrah, komunitas, masyarakat, institusi pendidikan tinggi, dunia usaha dan media, sebagai fasilitator dan akselerator pendukung ekonomi digital.

“Sasaran strategisnya, menyediakan pelatihan untuk alih kompetensi di era industri 4.0. Mengembangkan SDM yang berdaya saing dan berkarakter. Menyiapkan talenta digital yang dibutuhkan pasar kerja,” terang Suwarto.

Selain itu juga meningkatkan tata kelola dan kelembagaan instansi pemerintah dengan memberikan pelatihan para ASN.

“Untuk target peserta pelatihan di Kabupaten Blora, kali ini, 125 peserta. Jumlah pendaftar 225, dengan persyaratan yang telah ditentukan,” jelasnya.

Adapun materi pelatihan, menurut Suwarto, yaitu Dasar Pengelolaan Keuangan Digital, Aplikasi Pengelolaan Keuangan Digital, Dasar Digital Marketing, Akses Permodalan, Digipreneur Naik Kelas dan Go Global.

Sementara itu Kepala Dinkominfo Blora Pratikto Nugroho, S Sos MM, dalam paparannya menyampaikan Kebijakan Pemerintah Kabupaten Blora “Masyarakat Digital” yang mencakup Sarpras Jaringan Internet SDM dan Sistem Integrasi.

“Dampak pandemi Covid-19, telah mewujudkan digitalisasi yang terintegrasi. Salah satu inspirasi, Blora telah belajar dari Kabupaten Sumedang,” ujarnya.

Adapun sistem integrasi digital yang dimaksud adalah Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) yang ada dalam dashboard.

Free Hotspot/Free Wifi, Fasilitas bagi masyarakat Kabupaten Blora untuk mengakses konten-konten digital melalui internet.

“Data Analitik Sosmed, memberikan kemudahan masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, pengaduan, permintaan informasi dan Whistleblowing System,” terangnya.

E-office, Sistem Penyelenggaraan Administrasi Pemerintah Daerah yang bertujuan untuk menghasilkan sistem yang sanggup mengakomodasi pekerjaan-pekerjaan terkait pengadministrasian organisasi.

Kemudian, E-Sakip, Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah secara elektronik (E-SAKIP) yang bertujuan untuk memudahkan proses pemantauan dan pengendalian kinerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Blora dalam rangka meningkatkan akuntabilitas dan kinerja Pemerintah Kabupaten Blora.

Berikutnya, E-Finance, Sistem informasi pengelolaan keuangan daerah yang mendukung penerapan transparansi dan akuntabilitas keuangan perencanaan Pemerintahan Kabupaten Blora.

“Selanjutnya, E-Commerce, Pengembangan bisnis berbasis digital yang menggunakan aktivitas promosi sebuah brand atau pun produk/jasa menggunakan media elektronik atau digital,” jelasnya.

Pada kegiatan itu Plt Kepala Dindagkop Blora, Luluk Kusuma Agung Ariyadi S STP MM. memberikan motivasi kepada para peserta pelatihan, UMKM bisa maju. (HS-08)

Wabup Rembang Ungkap Rencana Beri Beasiswa hingga S-2

Bupati Batang Lunasi Utang Warga Kurang Mampu