in

Volume Sampah di Masa PPKM di Kota Rata-Rata Turun 100 Ton/Hari

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang, Sapto Adi Sugihartono.

 

HALO SEMARANG – Jumlah volume sampah pada masa Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kota Semarang mengalami penurunan yang cukup signifikan. Jumlah penurunan volume sampah rata-rata sekitar 100 ton perharinya.

Salah satu penyebab berkurangnya produksi sampah karena adanya penutupan toko-toko, tempat wisata dan pusat hiburan selama PPKM.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang, Sapto Adi Sugihartono mengatakan, dengan adanya pembatasan terkait pengunjung tidak boleh makan di tempat seperti di restoran, warung makan, dan resto hotel membuat sumber produksi sampah menurun. Sehingga produksi sampah menjadi bergeser ke rumah tangga.

“Rata-rata jumlah volume sampah di Kota Semarang sejak adanya PPKM mengalami penurunan, yaitu rata-rata jadi sekitar 650 ton sampah per harinya. Sebelum diberlakukan PPKM, volume sampah yang masuk ke TPA Jatibarang dari bulan Januari – Juni 2021, rata-rata sebesar 750 ton per hari. Jadi penurunannya rata-rata ada sekitar 100 ton per hari selama adanya PPKM. Sedangkan biasanya, volume sampah di Kota Semarang bisa mencapai 800-900 ton per harinya,” imbuhnya, Jumat (23/7/2021).

Adapun volume sampah pada H-2 sebelum Lebaran Idul Adha 1442 H atau tanggal 18 Juli 2021 tercatat juga mengalami penurunan.

“Volume sampah pada tanggal 18 Juli 2021 lalu sebanyak 500 ton yang masuk. Lalu, untuk H-1 Lebaran pada tanggal 19 Juli 2021 dan 20 Juli 2021 datanya belum masuk, karena ada maintenance timbangan. Sedangkan volume sampah pada H+1 Lebaran, atau tanggal 21 Juli 2021 ada sebanyak 490 ton,” ungkapnya.

Sebenarnya meski ada penurunan volume sampah, namun ada penambahan jenis sampah karena tambahan aktivitas masyarakat saat Lebaran Idul Adha. Seperti berupa plastik, besek pembungkus daging hewan kurban.

“Dengan adanya produksi sampah saat ini lebih banyak berada di lingkungan permukiman, imbauan kami kepada petugas pengangkut sampah perumahan, bisa melakukan penjadwalan dengan petugas pengangkut sampah di kontainer. Agar sampah tidak menumpuk terlalu lama. Karena sekarang kan pengangkutan sampah kontainer dilakukan malam hari,” harapnya.

Dia berharap, warga juga diminta untuk tetap mengurangi produksi sampah.

“Kalau bisa melakukan pilah sampah, setelah dipilah, kita salurkan ke bank sampah. Memang saat ini ada bank sampah yang masih libur. Tapi kami harapkan warga bisa ikut bersama-sama mendukung program gerakan pilah sampah ataupun wegah nyampah. Yaitu memilah seperti limbah anorganik, seperti kardus, plastik, besek dipisahkan. Dan sampah organik saja yang dibuang atau residunya ke tempat pembuangan sampah. Hal ini bisa mengurangi sampah yang masuk ke TPA Jatibarang,” pungkasnya.(HS)

Share This

Dialog dengan Jokowi, Imelda Ingin Sekolah Dibuka Lagi

Pura‐Pura Tanya Alamat, Dua Pria Jambret Hanphone Pejalan Kaki