in

Virtual Police Kirim Peringatan ke 336 Akun, Terbanyak Facebook

Foto : Tribratanews.polri.go.id

 

HALO SEMARANG – Polri melalui virtual police (polisi virtual), telah mengirimkan peringatan kepada 336 akun media sosial, yang diduga menyebarkan informasi tidak benar yang berkaitan dengan suku, ras, agama, dan antargolongan (SARA).

“Periode 23 Februari hingga 11 Mei 2021 ada 476 aduan yang masuk. Namun hanya 336 konten yang dinyatakan diduga mengandung ujaran kebencian,” kata Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Pol Slamet Uliandi, seperti dirilis Tribratanews.polri.go.id, Minggu (16/5).

Untuk 100 konten lainnya, dinilai tidak memenuhi verifikasi, sehingga tak ditindaklanjuti dan 40 konten sisanya masih dalam proses verifikasi.

Adapun yang paling banyak diberikan teguran adalah akun Facebook, dengan total 228 akun. Selain itu juga Twitter dengan 224 akun, Instagram dengan 14 akun, YouTube dengan sembilan akun, WhatsApp dengan satu akun. Kemudian ada 70 konten dihapus, 179 diajukan untuk diblokir, dan 67 lagi masih menunggu.

“Berdasarkan 190 peringatan yang berhasil dikirim, terdapat 70 akun yang mematuhi imbauan, 53 akun yang tidak mematuhi imbauan, 67 akun belum merespons peringatan,” jelas Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri.

Sebelumnya Polri sudah menjelaskan cara kerja polisi virtual. Pada tahap awal ketika ada unggahan konten yang dinilai mengandung SARA, maka anggota yang menjadi petugas polisi virtual langsung melaporkan ke atasan. Lalu unggahan atau cuitan tersebut diserahkan kepada sejumlah ahli, seperti ahli bahasa, ahli pidana, dan ahli UU ITE untuk dimintakan pendapat.

Nantinya, jika unggahan atau cuitan memiliki potensi memiliki tindak pidana, unggahan itu akan dilaporkan ke Direktorat Tindak Pidana Siber. Setelah pejabat setuju, maka virtual police akan mengirimkan peringatan kepada pemilik akun. (HS-08)

Arus Balik, Hasil Swab Positif, Pemudik Langsung Masuk Rumah Sakit Terdekat

Disdik Siapkan Mekanisne Seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru Tahun 2021/2022