in

Viral Sewa Stand Harus Bayar Hingga Rp 17 Juta, Ini Penjelasan Panitia Pelaksana Pekan Raya Kendal 2022

Acara konferensi pers oleh panita Pekan Raya Kendal kepada awak media, di ruang Paringgitan Setda Kendal, Kamis (21/7/2022)

HALO KENDAL – Penyelenggaraan festival Pekan Raya Kendal 2022 dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Kendal ke-417 yang menjadi perbincangan masyarakat Kendal, terkait adanya harga sewa stand yang nilainya mencapai Rp 17 juta, panitia penyelenggara memberikan penjelasan.

Penjelasan disampaikan Tavip Purnomo selaku Ketua Panitia, didampingi Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM, Ferinando Rad Bonay dan Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata, Achmad Ircham Chalid dalam konferensi pers di ruang Paringgitan Setda Kendal, Kamis (21/7/2022).

Saat ditanya oleh Ketua PWI Kabupaten Kendal, Agus Umar terkait harga yang sempat viral di masyarakat, yang mencapai Rp 17 juta dan sempat dikeluhkan para pelaku UMKM, Tavip Purnomo menyerahkan tanggapan kepada Kepala Disdagkop UKM Kabupaten Kendal.

Menurut Ferinando untuk harga sewa stand yang sempat viral Rp 17 juta di masyarakat umum maupun media sosial tersebut adalah di luar stand milik OPD. Dirinya juga mengaku belum sepenuhnya mengetahui terkait hal tersebut.

“Untuk anggaran yang sudah ada itu hanya untuk pembiayaan tenda untuk OPD, tenda untuk panggung dan tenda untuk tamu VIP saat pembukaan, untuk listrik dan pembiayaan kegiatan-kegiatan yang terkait pembukaan. Kebetulan dalam kegiatan ini tidak ada swasta,” terangnya.

“Kemudian karena ada event ini, dari EO menawarkan kepada pihak swasta, yang mungkin harga sewa segitu include dengan pasang ac segala macam termasuk perlengkapan isi dari tenda untuk promosi. Jadi dengan harga Rp 17 juta tersebut di luar anggaran dari Pemda,” imbuh Ferinando.

Ditegaskan, untuk harga sewa tersebut diperuntukkan bagi perusahaan-perusahaan besar. Sedangkan untuk para pelaku UMKM, lanjutnya, diberikan stand dengan harga yang jauh lebih murah dari yang ditawarkan.

“Untuk para pelaku UMKM dan kecamatan bisa memanfaatkan produknya yang ada di stand OPD. Karena di beberapa stand OPD, juga melibatkan para pelaku UMKM binaannya,” terangnya.

Sedangkan saat ditanya terkait berapa jumlah stand yang dipersiapkan penyelenggara untuk kegiatan Pekan Raya Kendal 2022 ini, Ferinando belum bisa menjawab pertanyaan tersebut. Namun menurutnya sudah ada 30 stand yang dipersiapkan oleh salah satu perusahaan rokok.

Sebelumnya, Ketua Panitia yang juga Assisten Ekonomi Pembangunan, Tavip Purnomo mengatakan, ada beberapa kegiatan yang dilaksanakan dalam rangkaian Pekan Raya Kendal 2022 ini. Yakni Sholawat Bersama, Pekan Pameran Produk Kabupaten Kendal, Pentas Seni dan Budaya, serta Festival Desa Wisata.

“Nantinya ada tiga panggung, yang pertama panggung utama di dalam stadion utama dan dua panggung lainnya berada di halaman stadion utama Kendal. Ada penampilan dari group band PADI dan juga ada panggung hiburan musik dangdut yang sudah terkenal,” ujarnya.

Tavip menjelaskan, untuk menyaksikan acara hiburan dangdut tersebut nantinya, masyarakat akan dikenakan tarif tiket masuk. “Untuk dangdut harus bayar. Karena akan menghadirkan orkes melayu kenamaan dan juga artis-artis dangdut yang sudah tidak asing lagi,” imbuhnya.

Tavip menambahkan, untuk mengantisipasi kekhawatiran masyarakat terkait rusaknya sarana prasarana Stadion Utama saat digunakan untuk pelaksanaan PRK 2022 ini, pihaknya sudah mengantisipasi.

“Kami sudah mengantisipasi hal tersebut, karena sesuai dengan imbauan dari bapak Bupati, supaya jangan sampai merusak sarpras stadion. Caranya dengan memasang pengaman berupa floring setebal sepuluh sentimeter dari dasar lapangan rumput dan sintetiknya, di beberapa titik yang akan dilalui para pengunjung. Selain itu juga dipasang barikade pengaman,” imbuh Tavip.

Sementara Kepala Disporapar Kabupaten Kendal, Achmad Ircham Chalid menambahkan, dilaksanakannya PRK adalah kelanjutan dari pelaksanaan kegiatan dalam rangka peringatan Hari Jadi Kabupaten Kendal yang sebelumnya bernama Kendal Expo.

“Alasan dilaksanakannya PRK di dalam stadion, dan bukan di halaman stadion seperti pelaksanaan Kendal Expo sebelumnya, adalah sesuai arahan dari bupati, bahwa kegiatan Kendal Expo yang diemplementasikan dalam PRK harus dilaksanakan lebih besar dan lebih meriah dari Kendal Expo,” ungkap Ircham.

Sementara beberapa hal yang menjadi perhatian masyarakat juga disampaikan kepada awak media, terkait pelaksanaan PRK adalah mahalnya biaya parkir di lokasi sekitar acara dan juga pengaturan arus lalu lintas di depan stadion Utama Kendal. (HS-06).

Identitas Sudah Diketahui, Polisi Minta Pelaku Komplotan Penembakan Istri TNI di Semarang Serahkan Diri

Targetkan 5 Cabang, 21 Peserta Asal Kendal Siap Berkompetisi di MTQ Jateng 2022