Vinales Masih Lemah dalam Dua Hal

Maverick Vinales/dok.

 

HALO SPORT – Maverick Vinales, pembalap Monster Energy Yamaha, harus berbenah jika ingin mewujudkan mimpi menjadi juara dunia MotoGP.

Vinales (26) menjadi salah satu pembalap yang dianggap memiliki potensi besar untuk berjaya pada musim ini. Pria berjuluk Top Gun itu bisa tampil kuat ketika berada dalam performa terbaiknya.

Sayang, Maverick tak pernah mampu memaksimalkan potensinya untuk merebut titel juara di kelas utama. Sejak membela Yamaha pada 2017, dia lebih sering terlihat keteteran.

Tiga kemenangan dalam semusim menjadi pencapaian terbaik  Vinales selama memperkuat pabrikan dari Jepang ini. Itu pun terjadi pada musim pertamanya.

Konsistensi menjadi kendala bagi juara dunia Moto3 2013 ini. Maverick memiliki reputasi tidak konsisten dalam satu musim kejuaraan.

Musim ini Vinales langsung menang pada balapan pembuka MotoGP Qatar, akhir Maret lalu. Namun, setelah itu dia kedodoran.

Ironisnya, penurunan performa Maverick terjadi ketika rekan setimnya, Fabio Quartararo, melesat untuk memenangi dua balapan berikutnya.

Vinales masih lemah dalam start, dan emosinya tidak stabil. Soal start, dia sudah menunjukkan keseriusan untuk mengatasinya dengan terus berlatih.

Dalam hal mengendalikan emosi, hal ini sudah menjadi perhatian Yamaha sejak lama. Yamaha berusaha menciptakan atmosfer garasi yang positif bagi Maverick dengan menyanggupi beberapa permintaannya.

Si Top Gun juga perlu belajar dari Fabio Quartararo. Pembalap berkebangsaan Prancis itu tak kesulitan dalam mengendalikan amarah.(HS)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.