in

Video Kerusuhan Pasar Ngabul, Pemkab Jepara Nyatakan itu Hoaks

Unsur Forkopimda, kepala perangkat daerah, dan Forkopimcam meninjau lokasi Pasar Ngabul. (Foto : Jeparakab.go.id)

 

HALO JEPARA – Video berdurasi 25 detik, yang memperlihatkan kericuhan pedagang dan sejumlah petugas, meresahkan warga Jepara. Pasalnya, dalam video yang mulai beredar Kamis (15/7) malam tersebut juga terdapat tulisan Pasar Ngabul.

Camat Tahunan Nuril Abdillah, mengatakan bahwa video tersebut adalah kabar tidak benar. Dia juga mengatakan telah mengecek langsung ke lokasi bersama Forkopimcam, dan ternyata tidak terjadi peristiwa seperti yang digambarkan dalam video tersebut.

“Video itu hoaks, saya langsung kroscek semalam, dan tidak ada apa-apa di sana, sepi seperti hari-hari biasa,” kata Nuril, Jumat (16/7), seperti dirilis Jepara.go.id.

Dia bersama Polri dan TNI juga telah meminta keterangan kepada sejumlah pedagang. Mereka juga menyatakan bahwa pada malam itu, kondisi pasar tersebut aman dan kondusif.

Karena itu dia meminta warga untuk tidak terpancing oleh video yang tidak jelas kebenarannya. Nuril juga berharap kepada masyarakat, untuk tidak asal menyebar video di media sosial. Semuanya, harus diteliti terlebih dulu.

“Gunakan media secara bijak, jangan mudah terpengaruh. Apalagi kondisi sekarang cukup sensitif bagi masyarakat,” kata dia.

Salah satu warga, Irfan, mengaku kesal dengan adanya video yang beredar tersebut. Dalam situasi sekarang ini, justru dimanfaatkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab untuk memancing kegaduhan.

“Ini sangat meresahkan warga. Saya harap pelaku bisa segera ditangkap,” kata dia.

Semetara Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Jepara Arif Darmawan, mengatakan vidio yang beredar di masyarakat terkait kericuhan antara petugas Satpol PP dan Pedagang di Pasar Ngabul Jepara tidak benar adanya.

Setelah ditelusuri, lokasi kejadian tidak di Pasar Ngabul Jepara, melainkan di Pasar Kartini Peunayong Banda Aceh, Senin (24/5) saat proses pemindahan pedagang ke Pasar Almahira Lamdingan, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh.

“Kami berharap masyarakat tidak terpancing dan tetap kondusif, dalam situasi sekarang,” kata Arif.

Sementara itu, Kapolsek Tahunan, AKP Suyitno mengatakan kepolisian sedang menyelidiki penyebar pertama video itu. Perlu diketahui, pembuat video tersebut bisa terancam pasal 28 ayat 1, UU ITE dengan ancaman hukuman kurungan penjara maksimal enam tahun dan denda Rp 1 miliar. (HS-08)

Share This

Kadin Indonesia Berkomitmen Percepat Vaksinasi Nasional

Dandim Demak dan Kapolres Berikan Bantuan Paket Sembako pada PKL