in

Vaksinasi Massal, Pemkab Wonogiri Sediakan 10 Ribu Dosis

Petugas kesehatan menyuntikkan vaksin dalam kegiatan vaksinasi massal di Pendopo Rumah Dinas Bupati Wonogiri. (Foto : Wonogirikab.go.id)

 

HALO WONOGIRI – Pemkab Wonogiri menyediakan 10 ribu vaksin Moderna dalam vaksinasi massal, hingga Sabtu (28/8) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Wonogiri. Di tempat itu, tim kejadian ikutan paska imunisasi (KIPI) dari rumah sakit RSUD dr Soediran Wonogiri juga menyediakan mini ICU.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri, dokter Adi Dharma, mengatakan bahwa vaksinasi diprioritaskan bagi tiga golongan masyarakat, yakni pedagang, relawan, dan mahasiswa.

“Yang dimaksud pedagang, adalah pedagang pasar, pemilik kios, dan pertokoan, serta pedagang kaki lima. Golongan kedua adalah relawan, meliputi relawan jogo tonggo, relawan pemakaman, relawan kader kesehatan RT RW, dan mereka yang terlibat langsung dalam penanganan kasus Covid-19 di Wonogiri. Yang terakhir adalah mahasiswa yang sudah terdaftar kolektif,” kata dokter Adi, seperti dirilis Wonogirikab.go.id.

Setiap hari, Pemkab Wonogiri melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri, menyediakan dua ribu dosis vaksin Moderna. Selain di Pendopo Rumah Dinas, kegiatan percepatan vaksinasi juga dilaksanakan di pendopo Kecamatan Jatisrono dan Pendopo Kecamatan Pracimantoro dengan ketersediaan seribu dosis vaksin.

“Jadi selain di Pendopo Kabupaten, kami juga mendistribusikan masing-masing seribu dosis vaksin, untuk masyarakat wilayah timur Kabupaten Wonogiri yang dilaksanakan di Pendopo Kecamatan Jatisrono, dan seribu dosis vaksin bagi masyarakat wilayah selatan yang digelar di Pendopo Kecamatan Pracimantoro hari ini. Jadi masyarakat setempat tidak perlu jauh datang ke kota, karena kami juga sediakan di dua wilayah aglomerasi kecamatan Wonogiri,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu Adi Dharma juga mengatakan masyarakat tidak perlu takut untuk mendapatkan vaksin Moderna. Dalam berbagai kabar beredar, efikasi vaksin ini tertinggi, yakni 94 persen, sekaligus menimbulkan kasus kejadian ikutan paska imunisasi (KIPI) terbanyak.

“Tetapi masyarakat tidak perlu takut. Dalam pemantauan kami, KIPI yang terjadi masih dapat teratasi dengan baik. Jangan mudah percaya hoax, karena Pemerintah pasti memberikan informasi yang akurat dan terpercaya terkait vaksinasi ini,” lanjutnya.

KIPI yang mungkin terjadi, menurut pemantauan tim KIPI dari RSUD dr Soediran Wonogiri, meliputi meriang, badan pegal-pegal, kaku, dan linu pada tulang, serta sakit kepala.

KIPI dimungkinkan terjadi selama dua hingga tiga hari, tergantung pada imunitas penerima vaksin. Menurut pemantauan tim, tidak akan terjadi KIPI berat apabila masyarakat mematuhi prosedur skrining sebelum vaksinasi. Tim KIPI juga menyediakan Mini ICU di Kompleks Pendopo Rumah Dinas Bupati, sehingga bagi masyarakat yang merasakan KIPI sedang hingga berat, bisa langsung mengunjungi mini ICU dimaksud. (HS-08)

Share This

Tak Janji Langsung Berikan Titel Juara

Bupati Sukoharjo Belum Izinkan Warga Gelar Hajatan