in

Usut Kasus Kebocoran 279 Juta Data Warga RI, Bareskrim Polri Bentuk Tim Khusus

Foto : Tribratanews.polri.go.id

 

HALO SEMARANG – Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri, Senin (24/5) akan memanggil Direktur Utama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, Prof dr Ali Ghufron Mukti MSc PhD, untuk dimintai keterangan mengenai kasus kebocoran 279 juta data penduduk Indonesia.

“Saya panggil untuk klarifikasi, Senin, 24 Mei 2021,” kata Direktur Tindak Pidana Siber (Dirtipidsiber) Bareskrim Polri, Brigjen Pol Slamet Uliandi SIK, seperti dirilis Tribratanews.polri.go.id, Minggu (23/5).

Dengan adanya pemanggilan terhadap Dirut BPJS Kesehatan, berarti kasus kebocoran data ini sudah masuk ke tahap penyelidikan.

Slamet Uliandi juga mengatakan Bareskrim Polri sudah membentuk tim, untuk mengusut kebocoran 279 juta data penduduk Indonesia tersebut. “Telah dibentuk tim terkait kebocoran data, dibantu juga ada dari PMJ (Polda Metro Jaya-Red) dan Laboratorium Forensik,” kata Dirtipidsiber.

Seperti diketahui, data 279 juta penduduk Indonesia, diduga bocor dan diperjualbelikan di situs raidsforum.com. Data tersebut mencakup nomor induk kependudukan, kartu tanda penduduk (KTP), nomor telepon, email, nama, alamat, hingga gaji.

Data dijual oleh pengguna forum, dengan nama id ‘Kotz’. Oknum tersebut mengatakan bahwa data yang diperjualbelikan, termasuk data penduduk yang sudah meninggal.

“Ada satu juta contoh data gratis untuk diuji. Totalnya 279 juta, Sebanyak 20 juta memiliki foto personal,” ujarnya, dalam utas yang dibuat 12 Mei 2021 lalu. (HS-08)

Share This

Wamenag Ajak Pemuda Kristen Ikut Perkuat Moderasi Beragama

KPK : OTT Bupati Nganjuk Hasil Kerja Polri