in

Usung Konsep Heritage, Hotel Metro Park View Kota Lama Semarang Kini Tampil Lebih Elegan

Tamu Hotel Metro Park View Kota Lama Semarang melihat koleksi peralatan kuno di sudut museum Hotel.

 

HALO SEMARANG – Sejumlah barang-barang antik yang pernah digunakan dalam aktivitas bisnis Hotel Metro, seperti mesin ketik keluaran tahun 1970, pemutar musik kuno, dan mesin hitung, kini masih dirawat dan dipamerkan di sudut museum Hotel Metro Park View Kota Lama Semarang.

Sengaja barang-barang antik ini menjadi bagian dari konsep heritage elegan modern di dalam hotel yang kini telah direbranding lebih menarik dan berganti nama menjadi Hotel Metro Park View Kota Lama.

Managing Director Sango Hotel Management, Asteria T Hesty mengatakan, pihaknya merebranding Hotel Metro dengan mengambil konsep elegan modern, dengan gaya interior art heritage deco. Sehingga memberikan nuansa hangat dan nyaman bagi tamu.

“Kami mengambil konsep art deco and modern art style, yang tidak melupakan historikal hotel ini dalam perkembangan Kota Semarang. Selain itu hotel ini punya bangunan struktur kuat, sehingga kami hanya mengganti interior dan eksterior saja,” katanya, Jumat (17/9/2021).

Pihaknya menambahkan, dengan rebranding hotel yang dibangun tahun 1977 ini, dirinya berharap ke depan hotel yang dia kelola bisa menjadi salah satu ikon wisata Kota Semarang.

“Apalagi lokasinya berada di depan pintu gerbang kawasan wisata heritage Kota Lama Semarang,” imbuhnya.

Selain itu, pihaknya juga mengikuti perkembangan pasar yang ada, dan memang terinsprirasi dari perkembangan Kota Lama yang saat ini direvitalisasi jadi makin cantik.

“Kami pun harus ikut menyesuaikan dan ingin menyatu dengan development pengembangan Kota Lama Semarang, karena kan hotel ini di depan pintu gerbang kota lama,” paparnya.

Sehingga pihaknya melihat ini sebagai market. “Apalagi saat ini dominasi pasar adalah trend-trend terbaru milineal. Kami melihat Kota Lama sedang digemari milenial, dan masyarakat umum pun senang ke sana untuk menikmati view dan suasana yang ada,” katanya.

Memang untuk merebranding hotel tua ini butuh anggaran perawatan yang cukup besar. Hal itu karena secara usia, Hotel Metro sudah hampir 50 tahun.

“Mengingat Hotel Metro sendiri yang sudah berumur 47 tahun, beda dengan kebanyakan bangunan hotel di Semarang kan baru, sehingga kami mengkonsep bagaimana bangunan yang punya sejarah khusus dan masih kokoh ini tetap tampil elegan, tapi juga muncul kesan modern,” jelasnya.

Sedangkan untuk penggunaan bahan bangunan guna proses renovasi hotel, pihaknya tak mau menggunakan material asal-asalan. “Hotel ini dibangun dulunya dengan bahan yang kuat dan cukup mahal pada era itu. Sehingga dalam renovasi kami pun menggunakan material granit khusus, yang tentu harganya juga cukup mahal. Meski butuh biaya perawatan yang mahal, tapi yang dikejar adalah nilai sejarah dan kepuasan pelanggan. Itu menurut kami nilai yang jauh lebih mahal,” paparnya.

“Kami juga membuat museum corner, di sana ada koleksi barang kuno, di antaranya seperti mesin ketik lama, penyegar udara buatan Jerman tahun 1970, dan piringan hitam kuno dan faksimail kuno,” pungkasnya.(HS)

Share This

Perwil Jateng Kembali Dibuka, Ini Ketentuan Bagi Pengunjung

Kolaborasi untuk Berbagi di Masa Pandemi